• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menteri Ekraf Bahas Strategi Jadikan Sektor Kreatif Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 23 Desember 2025 - 21:31
in Nasional
ekraf

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (tengah), membahas strategi penguatan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional dalam forum Prasasti Insights di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Selasa (23/12/2025). istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya dan para ahli membahas strategi penguatan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional dalam forum Prasasti Insights di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Forum ini difungsikan sebagai ruang dialog inklusif untuk menyelaraskan perspektif dan membuka ruang kolaborasi guna mempercepat kontribusi sektor ekraf.

“Tambang baru di Indonesia itu ekonomi kreatif dari masing-masing daerah. Potensi subsektor unggulan dari daerah dengan kekayaan budaya nusantara yang menjadi sumber identitas dan motivasi, populasi generasi muda yang mewakili digital native secara aktif, dan transformasi digital yang berkembang pesat. Inilah yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf saat memberikan paparan potensi, arah kebijakan, dan tantangan ekonomi kreatif di The Sultan Hotel & Residence, Selasa (23/12/2025).

BacaJuga:

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

Fakta di Balik Video May Day: Buruh Tak Tolak MBG, Begini Penjelasan KSPSI

DPD RI Minta Penanganan Kekerasan Seksual Tuntas Hingga Proses Hukum Pelaku

Menteri Ekraf menyampaikan bahwa capaian ekraf selama setahun ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kelas menengah, dan peningkatan daya saing Indonesia ke tingkat global. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi kreatif telah menyerap lebih dari 27, 4 juta tenaga kerja kreatif atau 18,70 persen dari total penduduk produktif. Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju capaian 8 persen.

“Dalam Asta Ekraf, kami memiliki rumusan program Talenta Ekraf yang memberikan kegiatan pelatihan-pelatihan untuk semua subsektor sehingga para talenta bisa meningkatkan atau mengkombinasikan skill yang dipunya. Dari situ, kami juga melakukan scale up akses pasar dan akses pendanaan untuk pendampingan promosi serta jejaring sehingga mereka bisa naik ke level nasional hingga global,” ungkap Menteri Ekraf.

Di tempat yang sama, Executive Director Prasasti, Nila Marita mengatakan bahwa penguatan ekonomi kreatif membutuhkan ruang dialog kebijakan yang inklusif, terstruktur, dan berorientasi pada solusi. Nila menambahkan diskusi dalam Prasasti Insights diposisikan sebagai fondasi awal untuk menyusun kebijakan ekonomi kreatif yang lebih terarah ke depan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas konsistensi dari Kementerian Ekonomi Kreatif dalam menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia harus terus tumbuh dan berkembang dari daerah. Pesan ini menjadi benang merah dalam berbagai kebijakan dan program sekaligus mencapai pemahaman bahwa kekuatan ekonomi kreatif nasional berakar pada keragaman lokal, talenta daerah, dan ekosistem kreatif dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Nila Marita.

Nila Marita juga memandang diskusi Prasasti Insight bisa memperkaya sudut pandang dan membuka ruang kolaborasi lebih kompeten sehingga bisa sejalan dengan arahan kebijakan dari Kementerian Ekraf.

“Kami percaya dengan konsistensi arah kebijakan dan dukungan lintas pihak, potensi ekonomi kreatif sebagai pertumbuhan ekonomi sekaligus kebanggaan Indonesia di kancah global semakin dapat direalisasikan,” tambah Nila Marita.

Berdasarkan kajian Prasasti sekaligus data BPS, ekonomi kreatif menunjukkan kinerja yang relatif kuat dengan capaian pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf tercatat mencapai 5,69 persen dan nilai ekspor yang telah menembus 12,89 miliar dolar AS sehingga melampaui target 2025. Capaian ini mencerminkan potensi besar ekonomi kreatif Indonesia di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.

“Indonesia memiliki modal yang tidak mudah direplikasi, yakni kekayaan budaya yang orisinal serta kreativitas yang tumbuh dari keragaman. Di saat banyak negara bertumpu pada efisiensi skala dan teknologi semata, ekonomi kreatif Indonesia justru menawarkan diferensiasi nilai yang kuat, berbasis identitas, narasi, dan inovasi lokal. Potensi ini menjadikan sektor ekonomi kreatif relevan membuka peluang ekonomi nasional dalam mencapai target pertumbuhan,” imbuh Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah dalam sambutan melalui tayangan videonya.

Sebagai informasi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang mengangkat perspektif pemerintah terhadap perkembangan industri kreatif yang dipandu moderator, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah. Selain Menteri Ekraf, hadir pula Director of Digital Economy CELIOS, Nailul Huda yang memaparkan perspektif kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk integrasi kebijakan ekonomi kreatif. (ney)

Tags: Ekonomi NasionalMenteri EkrafSektor KreatifTeuku Riefky Harsya

Berita Terkait.

Christina-Aryani
Nasional

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:25
MayDay
Nasional

Fakta di Balik Video May Day: Buruh Tak Tolak MBG, Begini Penjelasan KSPSI

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:14
Agita
Nasional

DPD RI Minta Penanganan Kekerasan Seksual Tuntas Hingga Proses Hukum Pelaku

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:43
P&G
Nasional

Kolaborasi Industri dan Kampus, P&G Health Indonesia Dorong Apoteker Lebih Siap Hadapi Pasien

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:03
Belajar
Nasional

UAN PKPPS Ula Digelar, Kemenag: Ijazah Diakui Negara dan Setara SD/MI

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:41
Farida
Nasional

Wamenkop: Koperasi Ponpes Al Firdaus Siap Masuk Sektor Produksi dan Distribusi

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:49

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3682 shares
    Share 1473 Tweet 921
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.