• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Merawat Warisan Racikan Herbal di Tengah Perjalanan Kutus Kutus

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 22 Desember 2025 - 21:07
in Megapolitan
WhatsApp Image 2025-12-22 at 21.00.23

Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel meracik sekaligus memproduksi minyak Kutus Kutus dengan sepenuh hati, lalu menghadirkannya kembali kepada pelanggan hingga sekarang. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perjalanan sebuah produk herbal jarang bisa diringkas dalam hitungan tahun. Ia lebih sering lahir dari proses panjang—dari kebiasaan, ketekunan, dan pengetahuan yang dirawat lintas waktu.

Dalam konteks itu, Kutus Kutus tumbuh sebagai produk yang membawa cerita tentang racikan, nilai, dan upaya menjaga kesinambungan.

BacaJuga:

Pramono Sebut 34 Kebakaran di Jakarta Berhasil Dicegah Berkat Laporan Warga

Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

BEM UI Diteror di Tebet, Ketua DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kutus Kutus dikenal publik sebagai minyak herbal yang digunakan dalam perawatan sehari-hari. Namun, di balik produk yang sudah beredar secara luas, terdapat proses yang tidak instan.
Racikan herbal yang menjadi ciri khas Kutus Kutus lahir dari pengolahan bahan alami yang dijalani secara bertahap dan penuh kehati-hatian.

Salah satu figur yang kerap disebut dalam fase awal perjalanan tersebut adalah almarhumah Lilies Susanti Handayani. Bagi orang-orang terdekatnya, Lilies dikenal sebagai pribadi yang teliti dan konsisten dalam merawat racikan herbal.

Lilies memandang bahan-bahan alami bukan sekadar komposisi, melainkan pengetahuan yang perlu dijaga dan digunakan secara bertanggung jawab.

Dalam tradisi perawatan herbal, ketelitian dan konsistensi memiliki makna penting. Racikan tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang proses-mulai dari pemilihan bahan, cara pengolahan, hingga filosofi penggunaannya. Pendekatan inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam perjalanan Kutus Kutus.

Seiring waktu, perjalanan sebuah brand tentu tidak selalu berjalan mulus. Dinamika internal dan eksternal merupakan bagian dari proses yang kerap menyertai pertumbuhan. Dalam situasi seperti itu, perhatian keluarga lebih diarahkan pada upaya menjaga nilai dasar yang telah ditanamkan sejak awal.

Fazli Hasniel Sugiharto, yang akrab disapa Arniel, merupakan salah satu anggota keluarga yang kini berupaya menjaga kesinambungan tersebut. Ia memilih untuk tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan kualitas, sebagaimana yang diajarkan oleh ibunya sejak masa-masa awal merintis racikan herbal.

“Bagi kami, yang terpenting adalah menjaga kualitas dan niat baik di balik racikan ini. Itu yang selalu ditekankan sejak awal,” ungkap Arniel, di Jakarta, seperti dikutip Senin (22/12/2025).

Pendekatan tersebut tercermin dari cara keluarga menyikapi berbagai perbincangan yang muncul di ruang publik. Alih-alih larut dalam spekulasi, fokus utama diarahkan pada pelestarian nilai dan pengetahuan herbal yang telah dirawat selama bertahun-tahun.

Di tengah derasnya arus informasi, produk herbal kerap ditempatkan dalam berbagai persepsi yang tidak selalu proporsional. Karena itu, keluarga menekankan pentingnya pemahaman yang seimbang—bahwa produk herbal merupakan bagian dari perawatan komplementer, bukan pengganti pengobatan medis.

Bagi keluarga almarhumah Lilies, perjalanan Kutus Kutus lebih dari sekadar soal produk. Ia adalah upaya menjaga warisan pengetahuan herbal agar tetap relevan, tanpa kehilangan nilai kehati-hatian dan kesederhanaan yang menjadi dasarnya.

Dalam konteks tersebut, Kutus Kutus dipandang sebagai bagian dari proses panjang merawat pengetahuan, bukan sekadar hasil akhir. Sebuah perjalanan yang terus berjalan, dengan upaya menjaga nilai di tengah perubahan zaman.(ibs)

Tags: herbalLilies Susanti HandayaniMinyak Kutus Kutus

Berita Terkait.

pram
Megapolitan

Pramono Sebut 34 Kebakaran di Jakarta Berhasil Dicegah Berkat Laporan Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:10
cuaca
Megapolitan

Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:30
puann
Megapolitan

BEM UI Diteror di Tebet, Ketua DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:18
Benyamin Patondok
Megapolitan

Lawan Hoaks di Tengah Banjir Informasi, JMSI Jakarta Tekankan Peran Strategis Media

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:35
Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Sumba, Hiposenter Dikategorikan Dangkal
Megapolitan

Hari Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:49
Pramono Anung
Megapolitan

Viral Petasan Maulid Dinyalakan Dini Hari, Pramono Minta Acara Dibatasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:14

OLAHRAGA

novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Editor Dilianto
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Papan catur menjadi panggung persaingan sekaligus tempat Percasi DKI Jakarta memetakan kekuatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51....

SelengkapnyaDetails
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.