INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten Purbalingga membuat terobosan baru dengan mengganti tradisi ucapan karangan bunga dalam setiap peringatan resmi menjadi pemberian tanaman hidup. Kebijakan ini digagas langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, sebagai langkah nyata mendukung pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah.
Inovasi tersebut terlihat jelas saat peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga, Kamis (18/12/2025). Area Kantor Bupati, Pendopo, hingga Alun-alun Purbalingga dipenuhi berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman buah, tanaman produktif, hingga tanaman hias, menggantikan deretan karangan bunga yang biasa menghiasi acara seremonial.
“Di Hari Jadi Kabupaten Purbalingga tahun ini, kami menghadirkan inovasi baru. Ucapan selamat yang biasanya berupa karangan bunga, kini kami ganti dengan tanaman,” ujar Fahmi melalui akun Instagram pribadinya, @afahmihnf, Kamis (18/12/2025).
Menurut Fahmi, tanaman-tanaman tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk program penghijauan di kawasan strategis, lingkungan masyarakat, serta mendukung kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Bupati Purbalingga termuda yang berusia 28 tahun ini menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Ikhtiar ini kami lakukan agar peringatan hari jadi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi Purbalingga. Semoga Purbalingga semakin hijau, produktif, dan lestari,” tuturnya.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purbalingga, Sheira Damayanti, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut juga bertujuan menekan timbunan sampah karangan bunga.
“Selama ini, setiap acara besar kami bisa mengangkut satu hingga dua truk karangan bunga dari alun-alun. Bunganya menjadi sampah dan berakhir di TPA Kalipancur, yang saat ini sudah overload,” kata Sheira, Senin (8/12/2025).
Ia menambahkan, melalui konsep baru ini, setiap instansi, komunitas, maupun individu cukup menyumbangkan satu bibit tanaman, baik tanaman buah, tanaman keras, maupun tanaman hias.
“Bebas memilih jenis tanamannya. Yang penting satu pengirim satu tanaman. Nantinya, bibit yang terkumpul akan didistribusikan ke OPD atau unit yang membutuhkan, seperti DLH maupun DPUPR untuk penghijauan area median jalan,” jelasnya. (dil)










