INDOPOSCO.ID – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir terus digencarkan melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Kali ini, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan potensi budidaya anggur laut di kawasan Pantai Pailus, Jepara.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga membuka alternatif mata pencaharian bagi nelayan, khususnya saat musim angin timur membatasi aktivitas melaut.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 April 2026 tersebut menghadirkan diskusi teknis yang intens sekaligus penyusunan strategi lanjutan. Dua kelompok nelayan yang berada di wilayah operasional BAg Cabang Tanjung Jati turut dilibatkan secara aktif, menjadikan program ini sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman langsung di lapangan.
Peneliti BRIN, Dasep Hasbullah, hadir memberikan pendampingan teknis sekaligus berbagi wawasan mengenai praktik budidaya anggur laut yang adaptif terhadap perubahan cuaca. Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai persoalan riil yang dihadapi nelayan dibedah bersama untuk menemukan solusi yang aplikatif.
Menurut Dasep, anggur laut memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan pendekatan ilmiah dan sistem budidaya yang tepat.
“Anggur laut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan teknik budidaya yang tepat dan pengelolaan lingkungan yang baik, produktivitasnya bisa tetap terjaga meskipun menghadapi perubahan cuaca,” ujar Dasep dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik budidaya yang efisien, pengelolaan kualitas air, hingga strategi panen yang optimal. Dengan pendekatan berbasis riset ini, nelayan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kegagalan panen.
Sekretaris Perusahaan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg), Aditya Yudanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program CSR yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga peningkatan kapasitas melalui transfer ilmu dan teknologi, sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan nelayan,” ujar Aditya.
Lebih dari sekadar program pemberdayaan, inisiatif ini juga menjadi jembatan untuk menciptakan hubungan yang selaras antara aktivitas nelayan dan operasional pelayaran BAg. Dengan demikian, ekosistem perairan yang aman, tertib, dan produktif dapat terus terjaga.
Ke depan, sinergi antara industri, lembaga riset, dan masyarakat ini diharapkan mampu mendorong anggur laut sebagai komoditas unggulan pesisir. Model kolaborasi berbasis riset ini juga dinilai berpotensi untuk direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai informasi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna merupakan anak usaha Subholding PLN Energi Primer Indonesia yang bergerak di bidang transportasi energi primer untuk mendukung operasional pembangkit listrik PLN Group dan IPP di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.(her)










