INDOPOSCO.ID – Staf Khusus Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Bintang Wahyu Saputra mendorong penguatan kompetensi calon pekerja migran dilakukan sejak dini di bangku sekolah. Hal itu ditegaskannya saat meninjau Sekolah Migran Vokasi Jepang di SMKN 4 Bandar Lampung, baru-baru ini.
“Sekolah Migran Vokasi seperti ini adalah langkah strategis untuk memastikan calon pekerja migran kita berangkat dengan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan mental yang memadai. Ini penting agar mereka terlindungi dan mampu beradaptasi dengan baik di negara tujuan,” kata Bintang di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Program Kelas Migran Vokasi Jepang merupakan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Pemerintah Provinsi Lampung yang dirancang untuk menyiapkan siswa bekerja di Jepang secara prosedural.
Di kelas ini, peserta dibekali pelatihan bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, serta keterampilan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri Jepang.
Ia menyatakan, pendekatan pendidikan vokasi menjadi kunci mitigasi risiko penempatan pekerja migran karena pembekalan keterampilan yang mumpuni akan meminimalisir potensi eksploitasi serta kekerasan di negara penempatan.
“Kami ingin calon pekerja migran berangkat melalui jalur resmi, memiliki kompetensi yang diakui, serta memahami hak dan kewajibannya sejak awal. Dengan begitu, potensi risiko dapat ditekan dan kesejahteraan pekerja migran bisa lebih terjamin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut menegaskan komitmen Kementerian P2MI memperkuat penyiapan calon pekerja migran Indonesia berbasis pendidikan vokasi.
“Sebagai fondasi penempatan kerja luar negeri yang aman, profesional, dan berkelanjutan,” imbuh Staf Khusus Bidang Mitigasi Risiko dan Optimalisasi Pelindungan, Penempatan, dan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia di Kementerian P2MI itu. (dan)










