• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

2026 di Ujung Tanduk? Analis Beber 2 Faktor Penentu Nasib Politik Nasional

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 9 Desember 2025 - 12:22
in Nasional
PALU

Ilustrasi - Penegakan hukum diprediksi menjadi salah satu faktor penentu stabilitas politik Indonesia pada 2026. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah perubahan cepat lanskap politik nasional, berbagai analisis mulai bermunculan tentang arah Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu suara yang paling mencuri perhatian datang dari analis komunikasi politik Hendri Satrio, yang memandang tahun 2026 sebagai fase krusial yang akan menentukan warna perjalanan demokrasi Indonesia.

Melalui pandangannya, Hendri menilai bahwa arah dan stabilitas politik tidak akan terlepas dari dua pilar besar, yaitu stabilitas ekonomi dan konsistensi penegakan hukum. Dua ranah inilah yang menurutnya akan menjadi fondasi utama apakah politik nasional akan berjalan teduh atau justru memasuki fase turbulensi yang sulit diprediksi.

BacaJuga:

Kemerdekaan di Tengah Bencana, Pemerintah Ajak Bangsa Saling Menguatkan

BAPETEN Pastikan Tak Ada Kebocoran Radiasi Pegion Pascagempa M7,7 di NTT

Jamin Keselamatan Sivitas Akademika Pascapemulihan Gempa NTT, Kemendiktisaintek Kembalikan Kebijakan PJJ

“Saya memprediksi bahwa perpolitikan di 2026 itu masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan penegakan hukum kita kelak,” kata Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Selasa (9/12/2025).

Lebih jauh, Hensa menerangkan bahwa ada sejumlah faktor yang saling terkait dan berpotensi membuat suhu politik tetap panas. Ia menyoroti ketidakpastian politik yang terus berputar, mulai dari wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gagasan koalisi permanen yang diinisiasi Partai Golongan Karya (Golkar), hingga dinamika hubungan Prabowo–Gibran yang selalu menjadi pembicaraan publik.

Tak hanya itu, polemik mengenai legitimasi ijazah yang tak kunjung selesai turut mengaburkan ruang diskusi politik nasional.

Sorotan lain yang tak kalah tajam adalah soal penegakan hukum, terutama setelah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru dipastikan berlaku mulai 2 Januari 2026, meski masih menuai kontroversi.

Menurut Hensa, kepercayaan publik turut goyah akibat merebaknya persepsi intervensi presiden terhadap putusan pengadilan dalam beberapa perkara besar seperti kasus Hasto Kristiyanto, Tom Lembong, dan Ira Puspadewi, serta maraknya pemberian rehabilitasi maupun amnesti yang membingungkan masyarakat.

“Jadi, hal-hal seperti ini yang menjadi catatan bukan saja ekonomi, tapi juga kondisi hukum dengan peraturan-peraturan baru yang akan memengaruhi perpolitikan di Indonesia,” tuturnya.

Di bidang ekonomi, Hensa melihat ancaman lain yang tak kalah besar. Ia menilai efek tetesan ke bawah (trickle down effect) dari kelompok 1 persen orang terkaya hampir tidak terjadi, karena aliran dana mereka justru lebih banyak tersedot ke instrumen seperti saham dan emas dibanding ke sektor riil.

Di saat bersamaan, daya beli masyarakat melemah, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) meningkat, dan ketergantungan negara pada utang kian mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut, tambahnya, diperparah oleh pola komunikasi pejabat publik yang kerap minim empati, dampak lanjutan bencana alam di berbagai wilayah, serta keraguan publik terhadap efektivitas program-program prioritas pemerintah.

“Memang pejabat pemerintah boleh saja bermedsos, tapi harus mementingkan 3 hal, yakni berempati, tulus, dan berdampak, sehingga menunjukkan bahwa bermedsos tak hanya sekedar pencitraan,” jelas CEO lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu.

Di tengah kecemasan ekonomi, prediksi pertumbuhan yang mendekati nol persen pada kuartal ketiga 2026, serta desakan publik agar Presiden segera melakukan reshuffle kabinet, menjadi perbincangan yang tak pernah padam. Masyarakat ingin memastikan bahwa para menteri bekerja berbasis meritokrasi, bukan sekadar politisasi jabatan.

“Reshuffle ini masih ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat, dan memang semuanya menjadi ranah presiden, tapi tetap ditunggu perbaikan-perbaikan punggawa kabinet karena ada kaitannya dengan perbaikan ekonomi dan pelaksanaan supremasi hukum. Nah, hal-hal itu yang tampaknya akan menjadi topik perbincangan di 2026,” kata Hensa.

Meski demikian, Hensa menilai Presiden Prabowo Subianto sejatinya mulai menunjukkan upaya perbaikan. Ia tetap optimistis, selama pemerintah dapat menjawab kegelisahan publik secara nyata dan tepat sasaran.

“Saya percaya niat baik Pak Prabowo untuk memperbaiki Indonesia dan saya yakin bahwa beliau bisa. Hanya saja pertanyaan-pertanyaan di masyarakat harus bisa segera dijawab dan digelontorkan program-program yang memang langsung memiliki dampak,” tutupnya.

Dalam atmosfer politik yang terus bergerak cepat, peringatan Hensa menjadi refleksi penting bagi pemerintah maupun publik, masa depan politik Indonesia hanya akan setangguh kemampuan negara menjaga kewibawaan hukum dan memulihkan napas ekonomi rakyat. Dua syarat utama yang akan menentukan arah perjalanan bangsa pada tahun-tahun mendatang. (her)

Tags: AnalisHendri SatrioHensapolitikPolitik Nasional

Berita Terkait.

rini
Nasional

Kemerdekaan di Tengah Bencana, Pemerintah Ajak Bangsa Saling Menguatkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:12
bapeten
Nasional

BAPETEN Pastikan Tak Ada Kebocoran Radiasi Pegion Pascagempa M7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:11
briann
Nasional

Jamin Keselamatan Sivitas Akademika Pascapemulihan Gempa NTT, Kemendiktisaintek Kembalikan Kebijakan PJJ

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:30
riefky
Nasional

Bangga Berbusana Aceh, Teuku Riefky Pimpin Upacara Peringatan HUT RI di Kementerian Ekonomi Kreatif

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:20
brian
Nasional

Keberlanjutan Pendidikan Tinggi Pascagempa NTT, Mendiktisaintek: Keselamatan Sivitas Akademika Jadi Prioritas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:09
Kebaya Putih dan Selendang Hitam Ketua DPR, Simbol Duka di Hari Kemerdekaan
Nasional

Luncurkan 3 Layanan, Menteri ATR/BPN: Transformasi Sebuah Keniscayaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:33

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    2897 shares
    Share 1159 Tweet 724
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3858 shares
    Share 1543 Tweet 965
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.