INDOPOSCO.ID – The New York Times (NYT) resmi mengajukan gugatan terhadap perusahaan pengembang mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI), Perplexity, atas tuduhan pelanggaran hak cipta.
Menurut laporan TechCrunch pada Minggu, gugatan itu didaftarkan pada Jumat (5/12/2025), dan menjadi tuntutan kedua yang dilakukan NYT terhadap perusahaan AI, setelah sebelumnya menggugat OpenAI dan Microsoft.
Dalam berkas gugatan, NYT menyatakan bahwa Perplexity menawarkan produk komersial yang mengambil alih fungsi media tanpa izin maupun pembayaran lisensi. Pekan yang sama, Chicago Tribune juga melayangkan tuntutan serupa kepada perusahaan tersebut.
NYT menilai Perplexity memanfaatkan teknologi retrieval-augmented generation (RAG) untuk mengambil informasi dari berbagai situs lalu menyajikannya kembali dalam bentuk jawaban tertulis.
Hasil keluaran itu, menurut NYT, kerap menampilkan konten yang sama persis atau hampir identik dengan materi asli milik mereka, termasuk artikel premium yang seharusnya terbatas bagi pelanggan berbayar.
Juru bicara NYT, Graham James, menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir penggunaan konten tanpa lisensi untuk pengembangan maupun promosi layanan AI. Ia menambahkan bahwa NYT akan terus mengambil langkah hukum terhadap pihak yang mengabaikan nilai dan hak atas karya jurnalistik.
NYT juga menuduh Perplexity beberapa kali menghasilkan informasi keliru serta mencantumkan atribusi yang salah kepada NYT, sehingga merugikan reputasi perusahaan media tersebut.
Gugatan terbaru ini diajukan lebih dari satu tahun setelah NYT mengirimkan surat peringatan kepada Perplexity pada Oktober 2024, meminta perusahaan itu berhenti memakai konten mereka untuk ringkasan atau keluaran AI lainnya. NYT menyebut telah mencoba bernegosiasi selama 18 bulan, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Di lain pihak, Perplexity menyatakan bahwa tuntutan dari penerbit berita bukanlah hal baru dalam perjalanan perkembangan teknologi.
Kepala Komunikasi Perplexity, Jesse Dwyer, menyebut bahwa sejak era radio hingga internet, inovasi selalu diikuti dengan sengketa serupa, namun teknologi tetap berkembang.
Perplexity sebelumnya meluncurkan program bagi hasil dengan penerbit berita, yang memungkinkan media seperti Gannett, TIME, Fortune, dan Los Angeles Times menerima bagian pendapatan iklan.
Pada Agustus lalu, perusahaan juga memperkenalkan layanan berlangganan Comet Plus dengan skema pembagian 80 persen dari biaya 5 dolar AS per bulan kepada penerbit mitra, serta menjalin kerja sama lisensi jangka panjang dengan Getty Images.
Gugatan dari NYT menambah daftar panjang tekanan hukum terhadap Perplexity. Perusahaan itu sebelumnya telah mendapat tuntutan dari News Corp, Encyclopedia Britannica, Merriam-Webster, Nikkei, Asahi Shimbun, hingga Reddit seperti dilansir Antara.
Meski demikian, NYT menegaskan tetap bersedia bekerja sama dengan perusahaan AI yang memberikan kompensasi yang layak, sebagaimana dilakukan melalui perjanjian lisensi konten dengan Amazon untuk pelatihan model kecerdasan buatan. (aro)










