• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementan Perkuat Pertanian Dataran Tinggi Lewat Program Upland

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 6 Desember 2025 - 04:40
in Nasional
upland

Ilustrasi - Petani memanen wortel di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (28/10/2024). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian memperkuat pengembangan lahan pertanian di kawasan dataran tinggi Indonesia, yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektare, melalui Program The Development of Integrated System in Upland Areas Project (Upland).

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sesuai Astacita Presiden Prabowo Subianto.

BacaJuga:

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/12/2025), menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui Program Upland.

Program yang didanai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB) ini disebut sebagai lompatan besar menuju pertanian modern yang terpadu, produktif, tangguh dan berkelanjutan.

“Karakteristik tanah dataran tinggi sangat mendukung untuk ditingkatkan kesuburannya sehingga kemampuan tanah dalam menyediakan kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman di dataran tinggi dapat terpenuhi,” kata dia.

Hermanto menjelaskan Program Upland hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang mencakup seluruh rantai produksi dan pascapanen, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani; penerapan teknologi budidaya modern; penguatan kelembagaan petani; hingga pemberdayaan perempuan melalui penguatan nutrisi keluarga.

Menurut Hermanto, program ini merupakan kebijakan strategis Kementan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui mata pencaharian yang berkelanjutan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, misalnya, penerapan Program Upland telah dirasakan langsung oleh petani.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Tatang Wahyudin menyebut program tersebut berhasil membuka kembali peluang pertanian di wilayah selatan yang sebelumnya kekurangan air.

“Daerah yang dulu tidak bisa menanam padi kini kembali produktif berkat ketersediaan irigasi. Program ini bahkan mendorong bangkitnya kembali potensi pertanian organik,” kata Tatang.

Ketua Kelompok Tani Sri Asih Mandiri Desa Sukahening, Ahmad Ismail menuturkan produksi pertanian kelompoknya meningkat sejak mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari Upland.

Senada disampaikan Hendar, pengelola Unit Pengolahan Pupuk Organik Desa Padawaras, yang menyebut lahan-lahan yang dulu terbengkalai kini kembali terairi dan pupuk organik di desanya dikemas lebih baik berkat dukungan program tersebut.

Dengan berbagai capaian yang telah terlihat, Kementan optimistis dataran tinggi Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan baru sektor pertanian di masa mendatang. (ney)

Tags: KementanpertanianProgram Upland

Berita Terkait.

Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44
Muhammad-Qodari
Nasional

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Senin, 27 April 2026 - 14:04
Riset
Nasional

Penutupan Prodi Bayangi Hardiknas 2026, Pengamat Ingatkan Risiko “Genosida” Intelektual

Senin, 27 April 2026 - 10:30
Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat
Nasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 05:45
PP-Tunas
Nasional

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Minggu, 26 April 2026 - 19:27

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.