• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penutupan Prodi Bayangi Hardiknas 2026, Pengamat Ingatkan Risiko “Genosida” Intelektual

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 27 April 2026 - 10:30
in Nasional
Riset

Mahasiswa dengan hasil inovasinya di bidang antariksa. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rencana penutupan sejumlah program studi (prodi) oleh pemerintah menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menuai sorotan tajam. Kebijakan yang digagas melalui Kemendiktisaintek itu disebut-sebut menyasar prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Pengamat pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji mengatakan, langkah penutupan prodi tersebut memunculkan kekhawatiran akan tergerusnya kedaulatan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.

BacaJuga:

Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Alih-alih menjadi momentum refleksi dan penguatan peran kampus dalam memajukan peradaban, penutupan prodi justru dikhawatirkan menjadi preseden reduksi fungsi pendidikan tinggi.

“Penutupan prodi memiliki dampak terhadap masa depan intelektual bangsa. Rencana ini menyimpan risiko besar apabila tidak dilandasi kajian akademis yang komprehensif dan transparan,” kata Indra melalui gawai, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, penyelarasan antara kampus dan dunia kerja memang tak terelakkan di tengah disrupsi global sebagaimana banyak dipotret lembaga internasional. Namun, dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka.

Ia mempertanyakan apakah pemerintah telah memiliki parameter objektif dalam menentukan prodi mana yang layak ditutup. Tanpa kriteria yang terukur, kebijakan tersebut dikhawatirkan hanya akan bertumpu pada pertimbangan subjektif birokrasi.

“Kondisi ini berpotensi memicu persaingan tidak sehat antarperguruan tinggi dalam merebut calon mahasiswa, alih-alih mendorong peningkatan mutu pendidikan,” terangnya.

Indra juga menyoroti belum terlihatnya Peta Jalan Talenta 2045 sebagai panduan strategis pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, perencanaan kebutuhan tenaga kerja tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu kementerian, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor untuk menentukan arah pembangunan industri dan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

“Tanpa peta jalan yang jelas, penutupan prodi dinilai seperti langkah tergesa tanpa rencana jangka panjang,” ucapnya.

Ia mengibaratkannya sebagai menebang pohon tanpa strategi penanaman kembali, yang justru dapat mengganggu ekosistem pendidikan tinggi. Dia menekankan pentingnya membedakan persoalan pasokan lulusan (supply) dan permintaan tenaga kerja (demand).

Ia mencontohkan bidang Biologi Maritim yang relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Jika industri penyerap tidak dikembangkan, maka rendahnya serapan lulusan bukan semata kesalahan prodi, melainkan kegagalan kebijakan industri nasional.

Menurutnya, menutup prodi karena lulusan belum terserap pasar kerja tanpa membangun ekosistem industrinya merupakan kekeliruan logika. Pendidikan tinggi tidak bisa semata-mata dijadikan instrumen jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesaat.

“Perguruan tinggi tidak direduksi menjadi sekadar lembaga pelatihan kerja. Ini merujuk amanat Pasal 31 ayat 5 UUD 1945 yang menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan peradaban,” ungkapnya.

Di era Society 5.0, lanjutnya, teknologi akan menggantikan banyak pekerjaan rutin. Karena itu, kurikulum seharusnya mendorong lahirnya inovator dan pencipta, bukan hanya pekerja teknis.

“Penutupan prodi tanpa pembaruan substansi pendidikan dikhawatirkan justru melahirkan generasi yang gagap inovasi,” tegasnya.(nas)

Tags: HardiknaspendidikanPerguruan TinggiProdi

Berita Terkait.

Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola
Nasional

Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

Jumat, 25 September 2026 - 08:55
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Mendikdasmen Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu di 2027

Jumat, 25 September 2026 - 02:41
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Dasco Sebut Komisi III DPR Bakal Dalami Temuan di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 22:07
Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak
Nasional

Ada “Apartemen” dan Vila di Lapas Cibinong, DPR Desak Kementerian Imipas Bergerak

Kamis, 24 September 2026 - 21:06
Bea Cukai Kediri Ungkap Peredaran Rokok Ilegal dengan Modus Motor Modifikasi
Nasional

Mendagri Tito: Pengendalian Inflasi Butuh Peran Aktif Pemda

Kamis, 24 September 2026 - 20:05
Nasional

Miliki Ekosistem Gambut Tropis Terluas di Dunia, Mendiktisaintek: Perkuat Riset Pencegahan Kebakaran

Kamis, 24 September 2026 - 19:30

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.