• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 27 April 2026 - 14:44
in Nasional
Rupiah

Ilustrasi uang rupiah. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membatasi penggunaan uang tunai selama tahapan pemilihan umum memantik perhatian publik. Gagasan ini dinilai sebagai langkah potensial dalam menekan praktik politik uang, namun masih menyisakan tanda tanya besar soal implementasinya.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai bahwa ide tersebut pada dasarnya layak untuk diterapkan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan aturan tidak hanya ditentukan oleh rumusan kebijakan, tetapi juga pada keseriusan dalam pelaksanaan di lapangan.

BacaJuga:

Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi Di Aceh Selatan

Menuju E20 2028, Pertamina Perkuat Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

Pascatragedi Bekasi, Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan KA Tak Terjaga di Jawa

“Boleh saja regulasi tersebut, ada pembatasan pemakaian uang tunai saat Pemilu, tapi harus beneran jadi peraturan itu bukan hanya wacana saja,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, KPK perlu memastikan bahwa usulan tersebut tidak berhenti pada tataran konsep. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum regulasi diluncurkan agar dapat benar-benar dijalankan dan ditaati oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilu.

“Jadi maksud saya, Jangan seperti peraturan yang cuma jadi wacana, peraturannya ada, cuma menegakkannya enggak bisa, ujungnya jadi gagal itu aturan pembatasan uang tunai karena enggak ada ketegasan dalam pelaksanaannya,” tutur Hensa.

Lebih jauh, pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu juga menyoroti pentingnya aspek penegakan hukum dalam kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa tanpa sanksi yang tegas dan memberikan efek jera, aturan pembatasan uang tunai berpotensi mudah disiasati.

“Seluruh pihak yang mengusulkan regulasi suatu aturan harus memikirkan cara agar hal tersebut dipatuhi tak dilanggar. Untuk hal ini (pembatasan uang tunai pada Pemilu) caranya bagaimana? Menurut saya salah satunya mengeluarkan efek jera bagi pelanggar itu. Tapi pertanyaannya, KPK berani enggak mengeluarkan sanksi yang menimbulkan efek jera bagi pelaku politik dan elite politik?,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam penindakan pelanggaran jika aturan tersebut nantinya diterapkan. Koordinasi antar lembaga menjadi kunci agar regulasi tidak justru menimbulkan kebingungan dalam penegakan.

Pada akhirnya, wacana pembatasan uang tunai ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang reformasi sistem pemilu. Tantangan terbesar bukan lagi sekadar merancang aturan, melainkan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar bisa dijalankan secara konsisten dan tanpa kompromi.(her)

Tags: Hendri SatrioHensaKPKpemiluUang Tunai

Berita Terkait.

Peresmian
Nasional

Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi Di Aceh Selatan

Selasa, 28 April 2026 - 16:10
Agung-Wicaksono
Nasional

Menuju E20 2028, Pertamina Perkuat Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

Selasa, 28 April 2026 - 15:29
Prabowo
Nasional

Pascatragedi Bekasi, Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan KA Tak Terjaga di Jawa

Selasa, 28 April 2026 - 14:38
Edukasi
Nasional

Tekan Risiko di Lapangan, PDC Genjot Budaya Safety Lewat Pelatihan Defensive Driving

Selasa, 28 April 2026 - 14:08
Irene-Umar
Nasional

Wamen Ekraf Tekankan Peran Strategis Kampus Bangun Ekosistem Kreatif

Selasa, 28 April 2026 - 12:06
Pratikno
Nasional

Menko PMK Tekankan Pentingnya Link-Match-Meaning, Pastikan Kerja Sama Vokasi-Industri Berdampak Nyata

Selasa, 28 April 2026 - 11:45

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2491 shares
    Share 996 Tweet 623
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    948 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    776 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.