INDOPOSCO.ID – Upaya memperkuat budaya keselamatan kerja terus digencarkan PT Patra Drilling Contractor (PDC), salah satunya melalui pelatihan Driving Safety (Defensive Driving) yang digelar selama empat hari, 20-23 April 2026, di Yard Duri. Program ini menyasar langsung para pengemudi Heavy Transport Equipment yang setiap hari bergelut dengan risiko tinggi di area operasional.
Sebanyak 54 pengemudi ikut ambil bagian dalam pelatihan yang menghadirkan instruktur profesional dari Safety Defensive Consultant Indonesia. Fokusnya tidak sekadar meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk cara berpikir yang lebih waspada dan bertanggung jawab saat berkendara.
Risiko kecelakaan yang masih membayangi aktivitas kendaraan berat menjadi alasan utama digelarnya pelatihan ini. PDC melihat bahwa peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku di lapangan.
HSSE Manager PDC, Bagus Puji Widihartono, menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.
“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan mengemudi, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berorientasi pada keselamatan. Kami ingin setiap pengemudi memiliki kesadaran penuh bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Bagus dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi penting mulai dari manajemen risiko berkendara, teknik defensive driving, hingga pemeriksaan kendaraan sebelum operasional. Tidak hanya itu, mereka juga dilatih menghadapi situasi kritis seperti pengereman darurat, mengenali blind spot, serta mengelola kelelahan saat bekerja.
Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini dirancang untuk membangun refleks dan kebiasaan baru yang lebih aman di jalan operasional.
Bagus pun menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari program ini.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan disiplin, kewaspadaan, serta kemampuan pengemudi dalam mengidentifikasi dan menghindari potensi bahaya, sehingga angka kecelakaan maupun near-miss dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya.
Sementara itu, instruktur dari PT SDCI, Sonny Susmana, mengingatkan kecelakaan tidak pernah terjadi begitu saja. Ada kombinasi faktor yang sering kali luput dari perhatian pengemudi.
“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengemudi, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengurangi risiko kecelakaan berkendara, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta membentuk perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Melalui pendekatan ini, PDC berharap para pengemudi tidak hanya mahir mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi bahaya di sekitarnya.
Pada akhirnya, pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menekan angka kecelakaan, mengurafngi kerugian operasional, sekaligus menanamkan budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan.(her)










