• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Fiskal Migas Indonesia Bermasalah? Ini Solusi Kunci Menurut ReforMiner

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 4 Desember 2025 - 12:51
in Ekonomi
MIGAS

Fasilitas produksi minyak dan gas bumi Subholding Upstream Pertamina. Foto: Dokumen Subholding Upstream Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya pemerintah mencapai target peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) bukan perkara mudah. Sebagian besar lapangan migas nasional kini berada pada fase mature, membuat kinerja produksi terus melemah. Data 2014 – 2024 menunjukkan produksi minyak turun rata-rata 3,42 persen per tahun, sementara gas anjlok sekitar 1,72 persen per tahun.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya kerangka fiskal sektor hulu migas.

BacaJuga:

Kementerian UMKM dan OJK Pacu Pembiayaan, Pengusaha Didorong Naik Kelas

Nintendo Switch 2 Resmi Masuk Indonesia Desember 2026, Nintendo Janjikan Pengalaman Gaming Berbeda

Teknologi Waste-to-Fuel Asiana Ubah Sampah Basah Jadi Bahan Bakar Industri

“Penyempurnaan kebijakan fiskal hulu migas menjadi kunci utama untuk mencapai target produksi nasional yang makin bergantung pada lapangan mature. Perbaikan fiskal adalah faktor penentu investasi hulu migas ke depan,” ujar Komaidi dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).

Laporan IHS Markit (S&P Global) edisi Juni 2025 memperkuat kekhawatiran tersebut. Indonesia tercatat berada di peringkat 9 dari 14 negara Asia Pasifik dalam aspek daya tarik investasi hulu migas. Dari empat indikator penilaian, dua aspek krusial-fiscal systems (5,11) dan legal & contractual (5,34), mendapat nilai rendah.

Menurut Komaidi, akar persoalan fiskal hulu migas muncul setelah hilangnya elemen fundamental dari regulatory framework, yakni prinsip assume and discharge. Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 tahun 2001 tidak lagi menerapkan asas lex specialis, sehingga perlakuan perpajakan harus mengikuti UU Perpajakan yang berlaku umum. Hal inilah yang mengurangi kepastian hukum dan menurunkan daya tarik investasi.

ReforMiner menilai penyempurnaan regulasi harus dilakukan secara praktikal dan fundamental. Pada tingkat praktis, beberapa langkah perbaikan yang diusulkan antara lain mengembalikan prinsip assume and discharge dalam skema PSC Cost Recovery untuk menjamin kepastian pajak tidak langsung, penyederhanaan insentif perpajakan melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) 79/2010 jo. PP 27/2017, penegasan aturan pajak bumi bangunan (PBB), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) melalui regulasi yang konsisten dan otomatis, serta penyusunan pedoman insentif berbasis parameter objektif seperti marginal field, frontier, dan mature field.

Sementara pada skema PSC Gross Split, ReforMiner mengusulkan revisi PP 53 tahun 2017 untuk memperluas pembebasan pajak tidak langsung hingga tahap eksploitasi, pemberlakuan mekanisme pembebasan otomatis, penghapusan kewajiban SKFP, serta pengurangan PBB hingga 100 persen untuk seluruh tahapan operasi.

Dalam aspek transisi fiskal, Komaidi menekankan pentingnya pengelolaan Tax Loss Carry Forward (TLCF) agar tidak terjadi lonjakan beban pajak ketika kontrak berubah.

“Kita harus memastikan kompensasi kerugian tetap berlaku dalam skema baru dan menyediakan formula transisi yang adil,” jelas Komaidi.

Pada tataran fundamental, revisi UU Migas menjadi kebutuhan mendesak. Dua asas inti-assume and discharge serta lex specialis-harus ditegaskan kembali sebagai fondasi fiskal pengusahaan PSC. Penerapan keduanya diyakini akan mengembalikan kepastian hukum dan membuat daya tarik fiskal Indonesia kembali kompetitif.

Sejumlah negara telah membuktikan manfaat reformasi fiskal, seperti Brasil dan Malaysia. Brasil, misalnya, menyediakan insentif seperti penurunan royalti hingga 5 persen untuk lapangan mature, percepatan depresiasi, dan tax deductibility untuk proyek EOR.

“Hasilnya, produksi minyak negara itu tumbuh rata-rata 3,8 persen per tahun periode 2013 – 2023 dan membawa Brasil masuk lima besar produsen migas dunia pada 2023,” katanya.

Malaysia juga mempertahankan produksi minyak di atas 500 ribu barel per hari sejak tahun 2000 dengan melakukan inovasi fiskal berkelanjutan. Beragam jenis PSC diterapkan sesuai karakteristik lapangan, seperti Risk Service Contracts (RSC), PSC Late Life Assets (LLA), hingga PSC Small Field Assets (SFA) untuk lapangan berukuran kecil. Semua dirancang agar keekonomian lapangan mature tetap terjaga.

“Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi migas di lapangan-lapangan mature, insentif fiskal menjadi pilihan yang hampir tidak terhindarkan. Tanpa itu, keekonomian lapangan tidak lagi memenuhi batas minimal bisnis dan produksi bisa berhenti total,” tambahnya.

Dengan cadangan yang terus menua, masa depan produksi migas Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian pemerintah memperbaiki fondasi fiskalnya. Jika reformasi ini dijalankan secara menyeluruh dan konsisten, peluang untuk menahan laju penurunan produksi masih terbuka lebar. (her)

Tags: Fiskal Migas IndonesiaKomaidi NotonegoroReforMiner

Berita Terkait.

Kementerian UMKM dan OJK Pacu Pembiayaan, Pengusaha Didorong Naik Kelas
Ekonomi

Kementerian UMKM dan OJK Pacu Pembiayaan, Pengusaha Didorong Naik Kelas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:11
Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani
Ekonomi

Nintendo Switch 2 Resmi Masuk Indonesia Desember 2026, Nintendo Janjikan Pengalaman Gaming Berbeda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:01
Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani
Ekonomi

Teknologi Waste-to-Fuel Asiana Ubah Sampah Basah Jadi Bahan Bakar Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:31
Blok Masela Mulai Jalan, Ketahanan Energi Nasional Berpeluang Makin Kuat
Ekonomi

Blok Masela Mulai Jalan, Ketahanan Energi Nasional Berpeluang Makin Kuat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:57
Perlindungan Pekerja Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Industri Sawit
Ekonomi

Perlindungan Pekerja Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Industri Sawit

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:27
Infranexia
Ekonomi

Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2206 shares
    Share 882 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.