INDOPOSCO.ID – PT Pertamina (Persero) terus memperluas bisnis energi rendah karbon sebagai bagian dari strategi menghadapi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Langkah tersebut dijalankan bersamaan dengan tugas Pertamina memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi hijau menuju Indonesia Emas 2045.
Senior Vice President Business Sustainability Pertamina, Wenny Ipmawan mengatakan, agenda transisi energi dan pemenuhan kebutuhan energi nasional berjalan beriringan dalam strategi pertumbuhan perusahaan. Pertamina tidak hanya berupaya menekan emisi dari kegiatan operasional, tetapi juga membuka sumber pertumbuhan baru melalui bisnis biofuel, panas bumi, listrik energi bersih, pengolahan sampah menjadi energi, hingga hidrogen hijau.
“Kebutuhan energi Indonesia masih terus tumbuh. Karena itu, transisi energi harus dilakukan secara bertahap, sambil memastikan energi tetap tersedia dan peluang bisnis rendah karbon bisa berkembang,” ujar Wenny dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Untuk menjalankan strategi tersebut, Pertamina menerapkan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik setiap kegiatan. Sejumlah teknologi yang dikembangkan mencakup tenaga surya, penyimpanan energi berbasis baterai, serta penangkapan dan penyimpanan karbon.
Pertamina juga memperkuat upaya efisiensi di seluruh kegiatan operasional. Penghematan energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar, serta penerapan teknologi energi bersih menjadi sejumlah langkah yang ditempuh untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasi perusahaan.
“Kami ingin inisiatif rendah karbon tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Proyeknya juga harus layak secara ekonomi dan dapat dijalankan secara komersial,” katanya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengembangan bisnis rendah karbon merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyiapkan masa depan energi nasional. Pertamina tetap menjalankan tanggung jawab memenuhi kebutuhan energi saat ini sambil membangun portofolio energi untuk kebutuhan jangka panjang.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memenuhi kebutuhan energi hari ini, sekaligus menyiapkan pilihan energi untuk masa depan. Kami berharap pengembangan bisnis rendah karbon dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” jelas Baron.
Kinerja program dekarbonisasi Pertamina Group juga menunjukkan hasil yang melampaui sasaran perusahaan. Sepanjang semester I 2026, program tersebut berhasil mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 118 persen dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” tambahnya. (her)















