• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Adara Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 2 Desember 2025 - 09:04
in Nasional
WhatsApp Image 2025-12-02 at 08.49.34

Adara Relief International meluncurkan Saladin Mission Leadership Program #2, bertempat di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Sabtu (29/11/2025). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Adara Relief International menggelar forum strategis bertajuk “Roots of Resilience: A Comprehensive Perspective of Palestinian Steadiness”. Diskusi ini menjadi langkah Adara dalam memperingati International Day of Solidarity with the Palestinian People.

Bertempat di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Sabtu (29/11/2025), diskusi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Saladin Mission Leadership Program #2.

BacaJuga:

Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas Calon Pemimpin Muda

Kalimantan Membara, BPGMN Targetkan Penurunan Karhutla Secara Bertahap

Konser Andrea Bocelli Tuai Sorotan, Legislator Tekankan Solidaritas Palestina

Apa itu Saladin Mission?

Saladin Mission Leadership Program merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi pemuda Indonesia yang diinisiasi oleh Adara Relief International. Program ini terinspirasi dari sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, pemimpin pembebasan Baitul Maqdis yang dikenal berwawasan luas dan visioner.

Fathimah, Project Leader dari Saladin Mission berkesempatan meluncurkan Kick Start Saladin Mission Leadership Program.

“Jumlah pemuda saat ini mencapai sepertiga dari masyarakat Indonesia, dan sayang sekali kalau kita tidak melakukan langkah konkrit. Padahal, pemuda adalah agen perubahan. Jangan hanya simpan semangat itu, maksimalkan sesuai potensi masing-masing!,” ucapnya.

Program ini bertujuan untuk menyiapkan calon pemimpin muslim yang memiliki kerangka berpikir strategis dalam membebaskan Baitul Maqdis. Program ini mendorong peserta untuk berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari Public Speakers, Creative Media, hingga Researcher.

Fathimah memaparkan program ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk tumbuh, berkontribusi, dan berkolaborasi sesuai bidang dan potensinya.

Adara meluncurkan Saladin Mission Leadership Program pertama kali pada 2021. Saat itu, Indonesia menjadi satu dari tujuh negara yang berkesempatan untuk mempresentasikan proyek kepalestinaan untuk pemuda di konferensi internasional. Kini, Adara kembali membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk bergabung dalam Saladin Mission Leadership Program #2.

Menggali Sejarah: Memahami Fondasi Ketahanan Rakyat Palestina
Adara resmi meluncurkan Saladin Mission Leadership Program #2 pada diskusi Roots of Resilience. Nantinya, peserta dari diskusi ini akan menjadi peserta dari program Saladin Mission.

Forum ini menjadi langkah awal bagi para calon pemimpin muda yang akan bergabung di Saladin Mission. Sebelum terjun mengambil peran, mereka perlu memahami akar perjuangan rakyat Palestina secara komprehensif. Oleh karena itu, agenda dimulai dengan keynote speaker dari Palestina serta diskusi panel yang membuka wawasan peserta tentang urgensi pembebasan Baitul Maqdis.

Menurut Dr. Sharif, solidaritas untuk Palestina sangat penting. Akan tetapi. lebih penting untuk menuntut dan mendesak peradilan internasional untuk segera mengadili para penjahat, supaya agresi ini segera berhenti.

“Perkara Palestina tidak dimulai dari 1948 ketika Zionis mengusir Palestina, melainkan ketika mereka pertama kali mencetuskan untuk menguasai Palestina. Solusi paling efektif dalam perkara ini adalah mengakhiri penjajahan dan membebaskan Palestina, supaya dunia kembali berada dalam jalan kebenaran,” ujar Dr. Sharif Amin Abu Shammala, mantan Direktur Jenderal Pusat Sejarah dan Dokumentasi Palestina.

Menilik Lebih Dalam Aspek Ketahanan Palestina Melalui Diskusi Panel

Pada diskusi panel, Prof. Yon Machmudi, Ph.D, Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, serta Ir. Maryam Rachmayani, S.Th.I., M.M. memaparkan perspektif strategis dari sisi sejarah, politik, hukum internasional, hingga peran kemanusiaan Indonesia untuk Palestina.

Prof. Yon mengulas akar penjajahan Palestina melalui penghapusan identitas, budaya, dan ekologi Palestina yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan historis. Ia menegaskan pentingnya memahami dinamika ini agar dunia terus menuntut perlindungan hak-hak Palestina dan mencegah hilangnya sejarah serta budaya mereka.

Shofwan kemudian mengupas dari aspek hubungan internasional. Beliau menyatakan bahwa upaya demiliterisasi Gaza menempatkan Israel sebagai pihak yang sepenuhnya mengatur keamanan, termasuk menghancurkan infrastruktur militer Gaza, mengendalikan warga sipil, dan mengawasi jalannya bantuan kemanusiaan. Israel melalui IDF, ISF, penjamin, dan Amerika Serikat (AS) juga menetapkan sendiri standar serta jadwal penarikan pasukannya, sehingga tidak ada tekanan nyata untuk mengakhiri pendudukan di Gaza.

Prof. Hikmahanto turut menegaskan dari aspek hukum. “Konflik Israel-Palestina berkaitan dengan tanah. Kalau rakyat Palestina meninggalkan tanah air dan tidak bisa kembali, maka tujuan Israel tercapai. Jangan sampai kita menjadi pihak yang menyukseskan tujuan tersebut,” jelasnya.

“Israel ingin menghancurkan Palestina secara sistematis. Oleh karena itu, tugas kita belum selesai. Kita harus terus mendesak dunia internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Fitriyah Nur Fadhilah, moderator sesi diskusi panel ini.

Maryam menutup sesi diskusi dengan memaparkan dukungan masyarakat Indonesia dalam menjaga akar keteguhan Palestina.

“Ketahanan rakyat Gaza lahir dari iman, ilmu, dan amal. Oleh karena itu, Adara berupaya terus mendukung ketahanan tersebut dengan tak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga fokus pada dukungan berkelanjutan. Salah satunya program pemberdayaan perempuan, dengan cara membantu mereka mandiri, membeli produk hasilnya untuk dilelang, lalu mengembalikan manfaatnya untuk rakyat Palestina,” katanya.

We Are The Seeds, Langkah Nyata Pemuda Indonesia untuk Palestina

Agenda berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan aktivis kepalestinaan lintas bidang: Chikita Fawzi, Surya Fachrizal, Fathia Fairuza, dan Habib AMA.

Diskusi ini menegaskan setiap pemuda memiliki peran strategis dalam perjuangan Palestina, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Membela Palestina bukan hanya turun ke jalan, tetapi juga kontribusi berkelanjutan yang dibekali ilmu, kreativitas, dan kompetensi.

Surya, jurnalis senior dan delegasi Mavi Marmara pada Freedom Flotilla 2010, menekankan pentingnya media dalam menghadirkan kebenaran.

“Media memiliki peran yang sangat penting, namun kebebasan berpendapat dari jurnalis terus dibungkam oleh Israel,” cetusnya.

Habib AMA sebagai founder #BuyCut kemudian menegaskan pentingnya boikot dalam perjuangan untuk Palestina.

“Boikot hari ini adalah hal yang paling realistis yang bisa dilakukan. Ini menjaga hak asasi bagi pengusaha lokal, juga bagi masyarakat Palestina supaya produk yang kita beli tidak menjadi peluru yang membunuh mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Fathia melihat isu Palestina melalui perspektif hukum dan hak asasi manusia (HAM).

“Menangkap Netanyahu sangat sulit karena pembuktian niat jahat dalam genosida tidak mudah. Di sinilah jurnalis berperan penting mendokumentasikan kejahatan Israel,” terangnya.

“Perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan jangka panjang. Kita harus tetap fokus pada visi dan tujuan, bukan hanya pada luapan emosi sesaat,” kata Chiki.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dan ketahanan dalam advokasi Palestina.

Chiki juga mengajak seluruh peserta untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berada dalam satu barisan perjuangan. Sebab, dukungan antar aktivis akan menjadi energi yang menjaga nafas perjuangan tetap menyala.

Mengusung tema We Are The Seeds, FGD ini menegaskan bahwa kita adalah benih perubahan. Benih ini harus terus dipupuk hingga tumbuh menjadi kekuatan besar bagi pembebasan Palestina. Meski berjauhan secara geografis, tapi kita tetap bisa memperjuangkannya di manapun kita berada.(adv)

Tags: AdaraHari Solidaritas PalestinaSaladin Mission

Berita Terkait.

fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas Calon Pemimpin Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:22
bpgmn
Nasional

Kalimantan Membara, BPGMN Targetkan Penurunan Karhutla Secara Bertahap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:30
andrea
Nasional

Konser Andrea Bocelli Tuai Sorotan, Legislator Tekankan Solidaritas Palestina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:12
revitalisasi
Nasional

Revitalisasi 2026 Sasar 35.769 Sekolah Melalui Swakelola, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:08
mega
Nasional

DPD RI Ajak Pelajar Bahas Kebijakan Publik hingga Isu Lingkungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:06
ut
Nasional

Pemanfaatan AI di Dunia Pendidikan Berkembang Pesat, Warek UT: Kami Terapkan dalam Pembelajaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:25

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Pengusaha Pilihan

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.