INDOPOSCO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Kuliner akan menggelar Business Matching Subsektor Kuliner di Sydney, Australia pada 4 Desember 2025. Agenda ini merupakan kelanjutan dari Program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia), sebuah kolaborasi lintas kementerian/lembaga yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan dengan tujuan memperluas jangkauan produk kuliner Indonesia ke pasar internasional.
“Kegiatan Business Matching di Sydney ini adalah langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke pasar global. Kami ingin memperluas jangkauan produk kuliner unggulan kita, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan cita rasa yang kaya dan unik. Kami yakin, cita rasa Indonesia akan semakin digemari di Australia dan mancanegara,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Jumat, (28/11/2025).
Mengangkat tema Connecting Taste to Opportunity – Empowering Indonesia’s Local Flavor and Spices, kegiatan ini mempertemukan 25 calon pembeli dari sektor kuliner, retail, serta pemilik restoran di Sydney dan wilayah sekitarnya. Mereka akan menjajaki peluang kemitraan dan potensi ekspor dengan 10 jenama kuliner Indonesia, mulai dari jenama akselerator hingga pelaku usaha besar dan rintisan.
Adapun jenama yang berpartisipasi yaitu Havilla Bespoke Tea, Battenberg Tiga Indonesia, Awan Kerupuk 988, Restu Mande, MagFood, Acaraki, Lemonilo, La Moringa, Ladang Lima, serta Restoran Sederhana yang tengah melakukan ekspansi internasional.
Lebih dari sekadar mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, Business Matching di Sydney dirancang sebagai sarana memperkuat branding kuliner Indonesia melalui presentasi produk, sesi perkenalan jenama, serta diskusi potensi distribusi yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekspansi yang lebih luas di pasar regional.
“Inisiatif ini menjadi jembatan penting bagi produk kuliner Indonesia untuk hadir di pasar global. Kami berharap pelaksanaan Business Matching dapat memperkuat ekosistem ekspor sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku kuliner Indonesia,” jelas Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf Yuke Sri Rahayu.
Kementerian Ekraf menargetkan kegiatan ini dapat menghasilkan pemetaan kebutuhan bumbu, bahan baku, hingga produk turunan kuliner Indonesia di Australia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekspor ekonomi kreatif subsektor kuliner, yang diharapkan mencapai peningkatan signifikan hingga menembus angka 6,8 % pada tahun 2029, sekaligus memperkukuh posisi Indonesia dalam peta gastrodiplomasi global.
“Produk kuliner Indonesia memiliki daya saing global yang terus meningkat. Bukan hanya sekedar ragam makanan saja, tetapi Indonesia kaya akan rempah, bahan baku yang berkualitas, jadi kami menargetkan ekspor subsektor ini semakin kuat di kawasan Australia dan Asia. Melalui strategi yang terarah, kami optimistis pelaku kuliner Indonesia mampu menjadi pemain besar di luar negeri,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky terkait nilai ekspor di subsektor kuliner.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta Business Matching akan diajak meninjau langsung dua restoran Indonesia di Sydney yaitu Medan Ciak Sydney dan Pandawa Sydney. Kedua restoran yang telah melalui proses kurasi Program S’RASA ini menjadi showcase partners untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia secara langsung di lingkungan pasar Australia.
Dengan terselenggaranya Business Matching ini, Kementerian Ekraf berharap dapat memperluas jejaring bisnis, mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta mempercepat langkah Indonesia pada industri kuliner di kancah internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama jangka panjang yang menguntungkan seluruh pihak dan memperkaya citra Indonesia melalui diplomasi rasa. (ney)










