INDOPOSCO.ID – Keberangkatan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Johannesburg, Afrika Selatan, untuk mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 22–23 November 2025, kembali membuka babak baru dinamika politik nasional.
Di balik agenda internasional tersebut, sejumlah tafsir bermunculan mengenai pesan kepemimpinan yang ingin disampaikan Istana.
Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio melihat penugasan tersebut bukan sekadar penempatan protokoler.
Menurutnya, keputusan itu mengandung muatan strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Prabowo kali ini terlihat seperti memberikan kesempatan kepada Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai wakil presiden, yang selama ini publik pertanyakan,” kata Hensa, sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Minggu (23/11/2025).
Ia menilai, langkah tersebut bertujuan memperlihatkan bahwa pasangan presiden–wakil presiden ini tengah menjaga kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan yang baru memasuki tahun pertamanya.
“Penugasan ini juga terlihat sebagai upaya Prabowo dalam meningkatkan citra pemerintahannya yang kompak,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Hensa menafsirkan bahwa penugasan Gibran ke forum para pemimpin ekonomi dunia juga berupaya mematahkan kesan bahwa sang wakil presiden hanya hadir pada kegiatan-kegiatan bersifat seremonial.
“Prabowo bisa jadi juga ingin Gibran ikut sibuk mengurus Indonesia, selama ini kan publik menilai apa yang dikerjakan Gibran di luar seremonial itu tidak terlihat,” tutur Hensa.
Meski demikian, Hensa memahami mengapa keputusan ini tetap memunculkan tanda tanya di mata sebagian publik. Perbandingan pengalaman dan karakter kepemimpinan antara Prabowo dan Gibran tak bisa dihindari dalam percakapan politik.
“Wajar bila publik bertanya mengapa Gibran yang berangkat ke Afrika Selatan, karena selama ini publik menilai terdapat ketimpangan kualitas antara Prabowo dan Gibran dalam memimpin pemerintahan,” tambahnya.
Di tengah sorotan itu, perjalanan Gibran ke panggung global ini bisa menjadi momentum pembuktian, sebuah ujian diplomasi yang kelak menentukan apakah keraguan publik akan terjawab atau justru semakin melebar. (rmn)










