• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

39 Daerah Belum Stabil, Intervensi Harga Beras Gagal Merata

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 22 November 2025 - 21:43
in Ekonomi
1000420324

Penjual beras di Pasar Legi, Surakarta, Jawa Tengah. Foto: Dok Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga beras di Indonesia diklaim menunjukkan tren positif dengan penurunan harga di banyak daerah hingga pertengahan November 2025. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang harga berasnya relatif mahal atau mengalami fluktuasi.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengonfirmasi hal tersebut. Hanya saja, tidak dirinci daftar spesifik wilayah yang mengalami kenaikan harga beras.

BacaJuga:

EPN Rampungkan PLTS Atap di Pabrik Astra Komponen Indonesia, Tekan Emisi 900 Ton CO2 per Tahun

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Timur Tengah

Hadapi Dinamika Industri Nikel, Harita Nickel Fokus Jaga Produktivitas dan Daya Saing

“Dari 50 kab/kota yang sebelumnya mengalami fluktuasi harga beras secara nasional, kini tersisa 39 wilayah setelah berbagai intervensi stabilisasi dilakukan,” kata Andriko Noto Susanto dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Ia menyatakan, bahwa pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada pihaknya sangat gamblang, yakni memastikan pasokan beras aman, harga terkendali, dan masyarakat terlindungi dari gejolak pangan.

Hal itu didasari fakta bahwa beras menyumbang lebih dari separuh struktur konsumsi pangan nasional, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan daya beli penduduk.

“Mandat Presiden dan Kepala Bapanas kepada kami sangat jelas memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan masyarakat terlindungi dari gejolak pangan,” ucap Andriko.

Bapanas juga memperkuat stabilisasi dengan mendorong percepatan distribusi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di seluruh jalur ritel modern maupun pasar tradisional.

SPHP dipastikan tidak hanya menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen, tetapi juga berfungsi melindungi petani pada masa panen raya agar harga di hulu tidak jatuh.

“SPHP harus berjalan sepanjang tahun dengan pola distribusi yang cermat dan terukur, disesuaikan dengan kondisi lapangan agar benar-benar tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Andriko.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sempat menyebutkan minggu pertama November masih ada 50 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras. Meski jumlah itu telah turun 18 Persen dibandingkan minggu pertama bulan lalu masih terdapat 61 kabupaten/kota.(dan)

Tags: Harga BerasIntervensiStabil

Berita Terkait.

Fleksibilitas Kerja ASN Dorong Efisiensi dan Percepat Digitalisasi Birokrasi
Ekonomi

EPN Rampungkan PLTS Atap di Pabrik Astra Komponen Indonesia, Tekan Emisi 900 Ton CO2 per Tahun

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:17
Pertamina Drilling-Halliburton Indonesia
Ekonomi

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Timur Tengah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:07
Jaga Stabilitas, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda se-Sulawesi
Ekonomi

Hadapi Dinamika Industri Nikel, Harita Nickel Fokus Jaga Produktivitas dan Daya Saing

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:07
Kementerian UMKM: Komunitas Punya Peran Krusial Dorong Usaha Naik Kelas
Ekonomi

Kementerian UMKM: Komunitas Punya Peran Krusial Dorong Usaha Naik Kelas

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:37
Keselamatan Jadi Prioritas, PDC Gelar Edukasi Tanggap Darurat Interaktif untuk Pekerja
Ekonomi

Keselamatan Jadi Prioritas, PDC Gelar Edukasi Tanggap Darurat Interaktif untuk Pekerja

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:05
Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Diwarnai Berawan Hingga Hujan Ringan
Ekonomi

Wamendag Dorong Wirausaha Muda dan Waralaba Lokal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:31

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3487 shares
    Share 1395 Tweet 872
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2538 shares
    Share 1015 Tweet 635
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5694 shares
    Share 2278 Tweet 1424
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.