INDOPOSCO.ID – Dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali mengonsolidasikan kekuatan nasional melalui Apel Nasional Bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang digelar secara hybrid dari Ruang SAS, Kantor Pusat Kementan. Momentum ini menjadi penanda bahwa komitmen pusat hingga daerah kian padu menggerakkan program strategis pertanian.
Apel dipimpin langsung oleh Mentan Amran dan diikuti puluhan ribu peserta yang terhubung melalui zoom. Besarnya partisipasi menunjukkan bahwa agenda percepatan swasembada pangan telah menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh unsur strategis Kementan.
Dalam arahannya, Amran menyoroti capaian penting produksi beras nasional tahun 2025 yang mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), lonjakan produksi tersebut tidak hanya memperkuat stok nasional, tetapi juga membuktikan efektivitas program-program yang dijalankan di lapangan.
“Produksi beras tahun 2025 naik menjadi 34,77 juta ton. Kenaikan 4,15 juta ton ini adalah bukti kerja nyata penyuluh dan petani di lapangan. Kita semakin dekat dengan swasembada,” tegas Amran dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).
Ia mengingatkan bahwa percepatan swasembada pangan membutuhkan konsolidasi total dari pusat hingga daerah, terutama melalui optimalisasi peran penyuluh sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus bergerak satu komando dari pusat sampai daerah, dan penyuluh menjadi bagian paling penting dalam percepatan ini,” ujar Amran.
Penyuluh disebut sebagai simpul utama penggerak pembangunan pertanian—mulai dari kelompok tani dan kecamatan, hingga berkoordinasi dengan dinas kabupaten/kota serta terhubung dengan 38 Unit Pelaksana Teknis Balai Riset dan Monitoring Pertanian (UPT BRMP) di provinsi. Struktur inilah yang menjaga agar program teknis Kementan tersalurkan, terpantau, dan berjalan efektif di lapangan.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan peran vital penyuluh dalam keberhasilan program pangan nasional.
“Penyuluh adalah garda terdepan yang akan menentukan keberhasilan kita mencapai swasembada pangan. Semua program strategis LTT (Luas Tambah Tanam), OPLAH (Optimasi Lahan), Cetak Sawah, hingga Brigade Pangan tidak akan berjalan tanpa penyuluh yang kuat di lapangan,” tutur Idha.
Apel Nasional ini juga menjadi titik penting integrasi kelembagaan, mengingat mulai 1 Januari 2026 sebanyak 37.652 penyuluh daerah akan resmi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementan. Dengan total proyeksi 51.293 ASN, penyuluh akan menjadi komponen terbesar SDM pertanian dan ujung tombak mobilisasi program seperti LTT, OPLAH, hingga Brigade Pangan (BP).
Melalui konsolidasi besar ini, Kementan berharap seluruh unsur pertanian—penyuluh, petani, hingga pemangku kepentingan bergerak dalam satu irama untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Dengan disiplin kerja yang makin kuat, pemanfaatan inovasi teknologi, dan kapasitas SDM yang terus ditingkatkan, Indonesia diyakini mampu menciptakan lompatan besar dalam produksi pangan nasional.
Gerakan bersama inilah yang akan membawa Indonesia semakin dekat pada kedaulatan pangan yang kokoh dan berkelanjutan. (her)




















