INDOPOSCO.ID – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengemukakan, sembilan lokasi pengungsian telah didirikan di beberapa tempat pascaerupsinya Gunung Semeru, Jawa Timur. Dengan total pengungsi mencapai 1.116 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banyak pengungsi telah kembali ke tempat tinggalnya. Pemenuhan kebutuhan dasar terhadap warga terdampak erupsi menjadi prioritas.
“Sebagian besar pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, pada Kamis (20/11) berangsur kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Lokasi pengungsian yang tersebar di antaranya Rumah Kepala Desa Sumbermujur, Kantor Kecamatan Candipuro, Pom Mini Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojoyo, SDN Supit Urang 04, SDN Sumber Urip 02, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Nurul Jadid Desa Supit Urang, Bumdes Desa Sumber Urip, dan Masjid Oro-oro Ombo.
Meski sebagian besar sudah berangsur kembali ke rumah, namun pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang beserta unsur terkait termasuk BNPB terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang masih memilih bertahan di pos pengungsian,
Seperti halnya mendirikan dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi. “Peralatan berupa permakanan, terpal, selimut, hingga alat pelindung diri (APD),” ucap Abdul Muhari.
Gunung Semeru mengalami erupsi hebat pada Rabu, (19/11/2025). Erupsi menyebabkan ribuan warga mengungsi dan puluhan rumah rusak akibat terjangan awan panas dan material vulkanik, terutama di daerah sekitar Besuk Kobokan dan Desa Supiturang.
Aktivitas vulkanik masih tinggi dan status gunung berada pada Level IV (Awas), tingkat tertinggi dalam skala peringatan hingga hari ini. Masyarakat sempat diimabu tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Sungai Besuk Kobokan.(dan)










