• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Transformasi Hijau KPI, dari Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 20 November 2025 - 14:34
in Ekonomi
Kilang KPI

Pelaksana Tugas Harian Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Prayitno (tengah), Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro (kiri), dan moderator Azis Husaini, Editor Kontan, dalam acara Brunchtalk bertajuk Kilang Pertamina untuk Indonesia : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Hilirisasi, Transisi dan Ketahanan Energi di Jakarta, Rabu (19/11/2025). Foto: Dokumen E2S

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mempertegas langkah transformasinya untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengeksekusi agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bagian dari Pertamina, KPI menerapkan strategi dual growth: memaksimalkan bisnis kilang eksisting dan memperluas bisnis rendah karbon lewat pengembangan Green Refinery dan biofuel.

“Strategi memaksimalkan bisnis eksisting dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas kilang. KPI juga membangun bisnis low carbon dengan mengembangkan Green Refinery dan menghasilkan produk-produk yang berbahan baku nabati (biofuel),” ujar Pelaksana Tugas Harian Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Prayitno saat Brunchtalk bertajuk Kilang Pertamina untuk Indonesia : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Hilirisasi, Transisi dan Ketahanan Energi di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

BacaJuga:

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

Pada segmen biofuel, KPI mendorong dua pendekatan utama. Pertama, Co-Processing, yaitu pencampuran bahan baku nabati dengan fosil di fasilitas eksisting. Lewat metode ini, KPI telah memproduksi bioavtur Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) 2,4 persen berbahan baku minyak inti sawit (RBDPKO).

Tahap selanjutnya adalah conversion, di mana bahan nabati 100 persen diproses menjadi bahan bakar. KPI kini mampu menghasilkan Pertamina Renewable Diesel (RD) berbasis HVO.

KPI juga mengembangkan Green Refinery yang mengolah bahan baku generasi kedua, termasuk minyak jelantah.

“Proses produksinya dilakukan di Kilang Cilacap, dan rencananya akan dikembangkan di Kilang Dumai dan Balongan,” jelas Prayitno.

Kilang Cilacap sendiri sudah melakukan lifting perdana SAF berbahan baku Used Cooking Oil (UCO). SAF ini akan diuji terbang pada Agustus 2025 menggunakan pesawat Pelita Air dengan rute Jakarta–Denpasar. Sekitar 32 kiloliter SAF disiapkan untuk penerbangan tersebut. Setiap maskapai pengguna SAF Pertamina nantinya mendapat Proof of Sustainability ISCC CORSIA.

Prayitno menekankan Green Refinery Cilacap menjadi motor penting pengurangan emisi.

“Minyak jelantah bisa menciptakan added value. Kami sedang menyiapkan unit produksi baru di Kilang Cilacap untuk produksi SAF, pasarnya bisa dari dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

UCO yang digunakan telah melewati serangkaian uji sebelum diproses di Unit TDHT menggunakan Katalis Merah Putih, teknologi lokal yang memungkinkan Pertamina SAF memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091-menjadikannya SAF bersertifikat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Tahap awal produksi ditargetkan 9 metric barrel dengan komposisi 2-3 persen UCO. Ini melanjutkan keberhasilan produksi SAF berbasis RBDPKO yang telah diuji terbang sejak 2021 hingga 2023 bersama Garuda Indonesia untuk rute Jakarta-Solo.

Transformasi KPI tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga memicu dampak ekonomi. Menurut Prayitno, langkah ini menghadirkan multiplier effect berupa penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah nasional.

“Upaya ini merupakan upaya untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis sektor strategis, termasuk energi dan mineral. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, strategi ini juga bertujuan mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” ujar Prayitno.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menilai KPI sudah menjalankan hilirisasi jauh sebelum aturannya muncul. Ia menyebut tren global kilang kini bergeser ke produk petrokimia.

“Sebelum ada regulasi hilirisasi, teman-teman di Kilang Pertamina sudah melakukannya. Fakta dan data di internasional saat ini justru kapasitas kilang bertambah, hanya produknya geser ke petrokimia,” ucapnya.

Komaidi juga menyoroti tingginya kompleksitas investasi kilang yang bisa mencapai 10–15 kali industri manufaktur. Berdasarkan Nelson Complexity Index, Kilang Cilacap memiliki tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia.

“Di Cilacap yang terbesar. Di global terbesar itu kapasitas kilang di India, NCI sampai 14, satu unit bisa produksi 1,4 juta barel per hari,” tambahnya.(her)

Tags: Bahan Bakar PesawatKilang Pertamina InternasionalKPIMinyak JelantahTransformasi Hijau

Berita Terkait.

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026
Ekonomi

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:06
Hari Buruh 2026, DPR Dorong Pemerintah Bentuk Satgas PHK yang Pernah Dijanjikan Setahun Lalu
Ekonomi

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:03
Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi
Ekonomi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:04
PLN EPI
Ekonomi

Biomassa Naik Kelas, Kolaborasi PLN-ITB Dorong Desa Jadi Produsen Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:43
cilacap
Ekonomi

Hilirisasi Jadi Senjata Baru, Prabowo Ingin Kekayaan RI Tinggal di Dalam Negeri

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:06
PTBA
Ekonomi

Efisiensi dan Ketahanan Operasional Dorong Kinerja Stabil PTBA di Kuartal I 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1561 shares
    Share 624 Tweet 390
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    1422 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.