• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kementan Fokus Benahi Sektor Hulu Peternakan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 19 November 2025 - 23:43
in Ekonomi
mentan

Suasana peternakan kerbau di Ranca Bukit Waru Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (19/11/2025). Foto: ANTARA/HO-Ranca Bukit Waruwangi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) peternakan sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging dan mendongkrak populasi ternak nasional.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Harry Suhada, di Serang, Banten, Rabu (19/11/2025), mengatakan bahwa penguatan sektor hulu merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar jika Indonesia ingin mencapai swasembada daging.

BacaJuga:

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

“Breeding itu fondasi, tidak bisa digantikan. Kalau hulu lemah, populasi tidak akan pernah naik,” ujar Harry dalam diskusi mengenai peternakan di Ranca Bukit Waru Wangi, Kabupaten Serang, Banten seperti dilansir ANTARA.

Harry menjelaskan, pemerintah tengah menyusun skema insentif yang lebih kuat bagi para pelaku usaha peternakan. Langkah ini diambil untuk merangsang minat peternak melakukan pembibitan, mengingat saat ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan daging nasional.

Senada dengan hal tersebut, pengamat peternakan sekaligus Pendiri Ranca Bukit Waru Wangi, Siswono Yudo Husodo, mengingatkan bahwa kondisi populasi ternak, khususnya kerbau, sudah dalam status “SOS”.

“Minat peternak melakukan breeding rendah, karena dianggap kurang menguntungkan dibanding penggemukan. Tanpa insentif nyata seperti inseminasi buatan gratis dan akses lahan penggembalaan, populasi sulit tumbuh,” katanya lagi.

Siswono menambahkan, perbaikan hulu harus dibarengi dengan perubahan sistem budi daya. Ia menyarankan peralihan dari pola potong-angkut (cut and carry) ke sistem penggembalaan lepas (ranch) yang dinilai lebih efisien dalam menekan biaya pakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi protein hewani di Indonesia baru mencapai 10,5 kg per kapita per tahun, masih di bawah standar ideal 15 kg. Selain itu, populasi kerbau tercatat merosot tajam dari 2,4 juta ekor pada tahun 2000 menjadi 1,37 juta ekor pada 2022.

Pembenahan hulu yang dilakukan Kementan diharapkan mampu membalikkan situasi tersebut, mengingat Indonesia pernah mencatatkan sejarah sebagai eksportir sapi pada era 1970-an. (dam)

Tags: Kementanpeternakan

Berita Terkait.

bc4
Ekonomi

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Senin, 7 September 2026 - 19:29
maman
Ekonomi

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

Senin, 7 September 2026 - 19:19
plastik
Ekonomi

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

Senin, 7 September 2026 - 19:06
Ideafest 2026
Ekonomi

IdeaFest 2026, Pertamina Kenalkan Potensi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Senin, 7 September 2026 - 14:06
Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia
Ekonomi

Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:48
Arya Dwi Paramita
Ekonomi

Pertamina Ungkap Strategi Pertumbuhan Ganda untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Senin, 7 September 2026 - 13:28

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.