• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

ISRF 2025 Resmi Dibuka: Indonesia Dorong Transformasi Beras Rendah Karbon di Tingkat Global

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 17 November 2025 - 20:17
in Ekonomi
1000409484

Preferred by Nature bersama Sustainable Rice Platform (SRP), Rikolto, dan International Rice Research Institute (IRRI) resmi membuka International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Preferred by Nature bersama Sustainable Rice Platform (SRP), Rikolto, dan International Rice Research Institute (IRRI) resmi membuka International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta. Forum internasional ini menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi praktik pertanian padi berkelanjutan dan rendah karbon, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan serta mitigasi perubahan iklim.

Budidaya padi secara global diketahui menghasilkan sekitar 1,0 gigaton CO₂e emisi gas rumah kaca setiap tahun. ISRF 2025 mengumpulkan pemangku kepentingan lintas sektor—pemerintah, lembaga riset, industri, organisasi masyarakat sipil, dan petani—untuk merumuskan solusi konkret dalam menekan emisi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperkuat rantai nilai beras yang lebih tangguh.

BacaJuga:

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

Zulkifli Hasan: Indonesia Serius Memimpin Produksi Beras Rendah Emisi

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa transformasi sistem pangan merupakan agenda strategis pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

“Indonesia berpotensi besar menjadi pusat produksi beras rendah karbon dunia. Dengan pemanfaatan teknologi, pengaturan air yang lebih efisien, serta kolaborasi multipihak seperti ISRF 2025, kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menekankan bahwa dalam 1–5 tahun ke depan, pemerintah akan memperkuat produksi pangan melalui varietas unggul, mekanisasi, hingga teknologi baru dengan dukungan kemitraan internasional.

Uni Eropa Perkuat Dukungan terhadap Pertanian Berkelanjutan Indonesia

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Denis Chaibi, menegaskan komitmen Uni Eropa dalam membantu Indonesia menciptakan produksi beras yang lebih berkelanjutan.

“Uni Eropa berkomitmen menjadi mitra tepercaya bagi Indonesia. Melalui program seperti SWITCH-Asia, kami mendorong praktik yang lebih hijau, memperkuat rantai nilai regional, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Chaibi.

Preferred by Nature: Solusi Beras Rendah Karbon Harus Dimulai dari Lapangan

Executive Director Preferred by Nature, Peter Feilberg, menekankan perlunya menjembatani sains, kebijakan, dan praktik lapangan.

“Beras rendah karbon bukan hanya konsep teknis, melainkan langkah nyata untuk menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga stabilitas iklim,” tutur Feilberg.

PERPADI: Efisiensi Energi dan Praktik Pertanian Lebih Baik Turunkan Emisi

Dalam sesi doorstop, Ketua Umum PERPADI, Sutarto Alimoeso, mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan melalui program bersama KRKP, Preferred by Nature, dan Uni Eropa telah menunjukkan hasil signifikan.

“Lebih dari 75 penggilingan padi kecil telah beralih dari diesel ke listrik, yang berdampak langsung pada penurunan emisi dan biaya operasional,” ujar Sutarto.

Ia juga menyoroti beberapa langkah penting yang telah diadopsi petani dan penggilingan, antara lain:
• penerapan teknik AWD (Alternate Wetting and Drying) untuk menekan emisi metana,
• rasionalisasi pupuk sesuai kebutuhan tanah,
• penghentian praktik pembakaran jerami, serta
• pemanfaatan sekam sebagai bahan organik maupun energi terbarukan.

Menurutnya, praktik-praktik tersebut membuka peluang besar bagi kelompok tani untuk masuk ke skema kredit karbon di masa mendatang.

ISRF 2025: Mengakselerasi Transformasi Sistem Perberasan Indonesia

ISRF 2025 menjadi tonggak penting dalam mendorong:
• praktik budidaya rendah emisi,
• transisi energi di penggilingan padi,
• adopsi inovasi digital dan teknologi pengairan,
• akses pembiayaan hijau, serta
• penyelarasan kebijakan pangan nasional dan internasional.

Melalui kolaborasi global dan komitmen nasional yang kuat, Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemimpin transformasi sistem perberasan rendah karbon di tingkat dunia. (srv)

Tags: berasISRF 2025transformasi

Berita Terkait.

bc4
Ekonomi

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Senin, 7 September 2026 - 19:29
maman
Ekonomi

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

Senin, 7 September 2026 - 19:19
plastik
Ekonomi

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

Senin, 7 September 2026 - 19:06
Ideafest 2026
Ekonomi

IdeaFest 2026, Pertamina Kenalkan Potensi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Senin, 7 September 2026 - 14:06
Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia
Ekonomi

Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:48
Arya Dwi Paramita
Ekonomi

Pertamina Ungkap Strategi Pertumbuhan Ganda untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Senin, 7 September 2026 - 13:28

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.