• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Rifa, Sosok Bidan Muda Penuh Dedikasi Melalui BUN Dompet Dhuafa Sasar Warga Pelosok Sabang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 15 November 2025 - 13:21
in Nusantara
DD

Rifa Soleha (25), peserta Bidan untuk Negeri di Sabang. Foto: Dokumen Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – Menjadi satu-satunya peserta Bidan untuk Negeri di Sabang bukanlah hal mudah bagi Rifa. Semua program ia jalankan secara mandiri, dengan dukungan puskesmas sebagai mitra diskusi. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Rifa Soleha sudah menempuh perjalanan pengabdian yang tak biasa.

Ia bukan hanya seorang bidan, tetapi juga bagian dari barisan muda yang memilih terjun langsung melayani masyarakat lewat Program Bidan untuk Negeri (BUN) Dompet Dhuafa.

BacaJuga:

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara

Paripurna DPR Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Jadi Usul Inisiatif

Bea Cukai Sibolga dan Subdenpom I/2-3 Padangsidimpuan Gagalkan Pengiriman 80 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Armada Travel

“Saya di sini benar-benar sendiri, tidak bergantung pada puskesmas. Tapi Alhamdulillah, dukungan dari pihak puskesmas dan desa luar biasa,” ujarnya.

Rifa masih ingat bagaimana awalnya masyarakat sempat ragu kepadanya, karena usianya yang masih sangat muda.

“Banyak yang kaget, dikira saya belum bidan beneran. Tapi waktu istri kepala desa datang berobat pertama kali, masyarakat mulai percaya,

Kini, ia sudah menjadi bagian dari warga desa. Kehadirannya diterima, bahkan dirindukan setiap kali kegiatan berlangsung.

Lulusan D4 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh dan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Semarang ini, kini juga tengah menempuh studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Aceh. Meski lahir di Kabupaten Pidie, jarak dan laut bukan penghalang baginya untuk terus mengabdi.

“Orang tua awalnya khawatir, apalagi saya ditempatkan sendiri di desa. Tapi setelah melihat lingkungan yang aman dan masyarakat yang ramah, mereka jadi tenang,” ceritanya.

Di tahun kedua pengabdiannya, Rifa berharap program yang telah ia jalankan dapat terus berlanjut meski masa tugasnya usai.

“Harapannya, kegiatan seperti Senam Sehat dan nanti Kebun Sehat bisa diteruskan oleh kader dan desa. Supaya manfaatnya tetap berlanjut untuk masyarakat,” tuturnya penuh harap.

Bagi Rifa, menjadi bagian dari Bidan untuk Negeri Dompet Dhuafa bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati.

“Saya ingin apa yang saya lakukan bisa menjadi keberlanjutan kebaikan, bukan hanya selama saya di sini, tapi juga setelahnya,” ujarnya.

Sebelumya selama pengabdiannya, Rifa menginisiasi berbagai kegiatan untuk kembali menghidupkan partisipasi masyarakat, terutama di Desa Emile dan Desa Payasenara.

“Awalnya, kunjungan ke posyandu itu sangat rendah. Jadi kami buat inovasi seperti voucher belanja agar ibu-ibu semangat datang lagi ke posyandu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengadakan kegiatan Senam Sehat Mingguan setiap Minggu pagi pukul 07:00 waktu setempat. Dari yang awalnya hanya dihadiri 20 orang, kini peserta kegiatan senam itu bisa mencapai 50 orang.

Rifa juga aktif memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, MPASI, manajemen laktasi, serta demo memasak sehat untuk balita dan lansia. Ia juga memperluas jangkauan edukasi dengan melakukan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) di berbagai titik agar lebih mudah diakses masyarakat. (adv)

Tags: BidanBidan Untuk NegeriDompet Dhuafa

Berita Terkait.

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara
Nusantara

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:15
Puan
Nusantara

Paripurna DPR Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Jadi Usul Inisiatif

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:08
Rokok
Nusantara

Bea Cukai Sibolga dan Subdenpom I/2-3 Padangsidimpuan Gagalkan Pengiriman 80 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Armada Travel

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:26
Petugas
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Harga Eceran Rokok di Sampit dan Kendari

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:05
Kuliah-Umum
Nusantara

Bea Cukai Edukasi Mahasiswa Malang dan Pangkalpinang Soal Kepabeanan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43
PHR-Disabilitas
Nusantara

PHR Bangun Ekosistem Inklusi, Ruang Setara Jadi Awal Kemandirian Penyandang Disabilitas

Senin, 29 Juni 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1695 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
Konsep Otomatis
Olahraga

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Editor Dilianto
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Maroko Noussair Mazraoui menegaskan, bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2026, melainkan...

SelengkapnyaDetails
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.