INDOPOSCO.ID – Bea Cukai perkuat literasi kepabeanan dan cukai di kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kuliah tamu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) serta kuliah umum di Universitas Anak Bangsa (Unaba) Pangkalpinang.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami perdagangan internasional sekaligus mampu memanfaatkan peluang ekspor secara optimal.
“Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai kepabeanan, ekspor-impor, dan peluang perdagangan internasional. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang siap menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor dan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Di Malang, Bea Cukai menjadi narasumber dalam kuliah tamu bertajuk Improving Business Acumen Through Export-Import Literacy yang diikuti mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB UNISMA. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan konsep dasar ekspor-impor sekaligus memberikan gambaran praktis mengenai proses bisnis internasional kepada para mahasiswa.
Peserta memperoleh materi mengenai strategi memulai ekspor, pemahaman tentang harmonized system (HS) code dan incoterms, serta mekanisme pembayaran dan pengiriman dalam kegiatan ekspor-impor.
Sementara itu di Pangkalpinang, Bea Cukai mengisi Kuliah Umum Inspiratif bertema Young Entrepreneurs Go Global: Membangun Bisnis Berdaya Saing Internasional yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa Universitas Anak Bangsa. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran strategis Bea Cukai, kebijakan ekspor bagi UMKM dan pelaku usaha pemula, berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan, serta strategi memasuki pasar internasional.
Selain memberikan pemahaman mengenai regulasi ekspor, Bea Cukai Pangkalpinang juga memperkenalkan sejumlah UMKM asal Bangka Belitung yang berhasil menembus pasar global. Berbagai contoh tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi daerah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Bea Cukai akan terus memperluas kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki kesiapan untuk membawa produk Indonesia menembus pasar dunia,” pungkas Budi.(ipo)


















