• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

FIFA Galang Suara Pemain Dunia, Lawan Rasisme dari Lapangan ke Media Sosial

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 12 November 2025 - 11:01
in Olahraga
fifa

Para anggota FIFA Players’ Voice Panel (PVP) berpose bersama usai pertemuan perdana di Rabat, Maroko, Senin (10/11/2025). Panel ini menjadi bagian dari inisiatif global “Global Stand Against Racism” yang digagas FIFA untuk memberantas rasisme di dunia sepak bola melalui kolaborasi pemain dari berbagai negara dan konfederasi. Foto: Dok. FIFA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menunjukkan keseriusan nyata dalam memerangi rasisme di dunia sepak bola. Melalui program Global Stand Against Racism, badan sepak bola tertinggi dunia itu menggelar pertemuan perdana Players’ Voice Panel (PVP) di Rabat, Maroko, pada Senin (10/11/2025), 18 bulan setelah panel tersebut resmi dibentuk dalam Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand.

Program global ini menjadi tonggak penting dalam upaya FIFA menyingkirkan diskriminasi dari seluruh lapisan sepak bola, dari lapangan hijau, tribun penonton, hingga dunia maya.

BacaJuga:

Persija Lengkapi Tim Kepelatihan, Shin Tae-yong Dapat Dukungan Staf Indonesia-Korea

Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

FIFA mewajibkan seluruh 211 Asosiasi Anggota, termasuk Indonesia dalam hal ini PSSI, untuk bergerak di bawah lima pilar Utama, yakni Aturan dan Sanksi, Tindakan di Lapangan, Penegakan Hukum Pidana, Pendidikan, dan Suara Pemain (Players’ Voice).

Pilar terakhir menjadi simbol kuat perjuangan pemain, mereka yang paling dekat dengan denyut sepak bola, untuk menjadi garda depan melawan diskriminasi dan ujaran kebencian. Melalui PVP, suara para pemain kini bukan sekadar teriakan di lapangan, tetapi juga seruan perubahan sosial.

Panel ini diisi oleh 16 figur legendaris dari 14 negara, mewakili keenam konfederasi FIFA. Nama-nama besar seperti George Weah (kapten kehormatan), Didier Drogba, Formiga, Juan Pablo Sorín, Mikaël Silvestre, Briana Scurry, hingga Iván Córdoba mempertegas bobot moral dari gerakan ini.

Dalam sambutannya yang menggugah, George Weah, legenda asal Liberia dan satu-satunya pesepak bola yang pernah menjadi presiden negara, menyampaikan pesan mendalam.

“Kita semua harus menikmati permainan indah ini tanpa kebencian. Kita harus berjalan dan bernyanyi bersama di stadion, bukan saling menyerang. Rasisme adalah penyakit yang harus kita basmi dari sepak bola dan dari masyarakat,” ujar Weah dikutip dari keterangan PSSI, pada Rabu (12/11/2025).

Kutipan itu menggema di ruang pertemuan, menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya tentang skor dan trofi, tetapi juga tentang kemanusiaan.

PVP bukan sekadar forum simbolik. Dari pertemuan tersebut, FIFA menegaskan sejumlah langkah konkret, seperti Pembaruan Kode Disiplin (FDC) dengan peningkatan denda atas tindakan rasis hingga CHF 5 juta; penerapan prosedur tiga langkah anti-diskriminasi, termasuk penghentian pertandingan bila insiden rasis berlanjut; pengawasan media sosial melalui FIFA Social Media Protection Service; serta perluasan program pendidikan lewat Football for Schools dan platform e-learning.

Para anggota panel juga akan berperan aktif sebagai pengawas kebijakan anti-rasisme, mentor bagi pemain muda, dan agen perubahan budaya di seluruh dunia sepak bola.

Bagi Indonesia, inisiatif global ini menjadi refleksi penting. Dalam beberapa waktu terakhir, dunia olahraga nasional kerap diwarnai kasus bullying dan ujaran bernada rasis, baik di arena pertandingan maupun jagat media sosial.

Jika fenomena ini dibiarkan, bukan hanya mencoreng sportivitas, tetapi juga berpotensi memicu sanksi atau denda dari FIFA. Karena itu, semangat kampanye Global Stand Against Racism harus diadopsi secara nyata, dari ruang ganti pemain hingga tribun suporter.

Sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Dan lewat gerakan ini, FIFA ingin memastikan bahwa bahasa itu tetap murni, tanpa kebencian, tanpa diskriminasi. (her)

Tags: FIFArasismesepak bola

Berita Terkait.

sty
Olahraga

Persija Lengkapi Tim Kepelatihan, Shin Tae-yong Dapat Dukungan Staf Indonesia-Korea

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:21
bek
Olahraga

Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:29
Andra-Soni
Olahraga

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:46
timns
Olahraga

Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Erick Thohir Janji Lakukan Evaluasi Total

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:55
Marc-Klok
Olahraga

Jelang Lawan Singapura, Marc Klok: Perjuangan Ini untuk 280 Juta Rakyat Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:28
John-Herdman
Olahraga

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Soroti Finishing dan Transisi Skuad Garuda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:03

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1997 shares
    Share 799 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.