INDOPOSCO.ID – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyiapkan pendekatan berbeda untuk memperluas gaung gerakan Olimpiade di Tanah Air melalui penyelenggaraan Olympic Movement in Action (OMIA) 2026 di kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali. Program ini dirancang bukan hanya sebagai ajang mengenalkan olahraga, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai usia.
Mengusung konsep interaktif, OMIA 2026 membuka kesempatan bagi peserta untuk mencoba sejumlah cabang olahraga, mengikuti coaching clinic, hingga berdialog dengan para atlet dalam suasana yang santai dan edukatif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan terhadap aktivitas fisik sejak dini sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur Olimpiade.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun budaya olahraga di Indonesia.
“OMIA adalah bentuk nyata komitmen kami untuk membawa Olympic Movement lebih dekat ke masyarakat. Kami ingin generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal olahraga, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai Olimpiade dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Okto -sapaan Raja Sapta Oktohari- dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
“Melalui OMIA, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya sehat dan aktif, tetapi juga memiliki karakter kuat, yang ke depan bisa menjadi bagian dari masa depan olahraga Indonesia di level dunia,” lanjutnya.
Sebagai festival olahraga berbasis pengalaman, OMIA menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai cabang olahraga, atlet, serta semangat excellence, friendship, dan respect yang menjadi fondasi Gerakan Olimpiade. Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif berkelanjutan Komisi Sport for All NOC Indonesia.
Menurut Okto, pengalaman pertama yang menyenangkan menjadi kunci untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga di kalangan anak-anak dan generasi muda.
“Melalui OMIA, kami ingin menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal olahraga. Dari sini, kami berharap akan tumbuh minat, kebiasaan hidup aktif, hingga potensi lahirnya atlet-atlet masa depan Indonesia,” tambahnya.
Pada edisi 2026, pengunjung akan diperkenalkan dengan berbagai cabang olahraga seperti tenis meja, break dance, skateboard, panahan, tinju, cricket, dan squash. Selain itu, padel juga akan dihadirkan sebagai cabang ekshibisi. Kegiatan ini menyasar pelajar, komunitas, keluarga, hingga masyarakat umum dengan target partisipasi ratusan peserta.
Ragam aktivitas yang disiapkan meliputi multisport trial zone, sport discovery, coaching clinic, talkshow bersama atlet, serta berbagai permainan dan pengalaman interaktif yang dikemas untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.
Komite Eksekutif NOC Indonesia, Ismail Ning, menilai OMIA memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional yang inklusif.
“OMIA bukan sekadar event, tetapi gerakan untuk membangun budaya olahraga di masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter dan kebersamaan,” ujar Ismail Ning.
Tak hanya mengedepankan aktivitas olahraga, penyelenggaraan OMIA 2026 juga membawa misi keberlanjutan melalui kampanye gaya hidup sehat dan edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Pemilihan Bali sebagai tuan rumah dinilai sejalan dengan posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mampu memadukan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu pengalaman. Melalui penyelenggaraan ini, NOC Indonesia berharap jangkauan Olympic Movement semakin luas, partisipasi generasi muda terus meningkat, dan budaya hidup aktif dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.(her)










