INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan layanan psikososial pascaledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti mengatakan, layanan psikososial pascaledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta bertujuan untuk menghilangkan trauma warga sekolah.
Merujuk data per Senin (10/11/2025) yang dihimpun oleh Sekretariat Nasional Sekolah Pendidikan Aman Bencana, kondisi di lingkungan sekolah sudah kondusif dan tempat kejadian sudah diperbaiki. Masjid yang menjadi tempat kejadian sudah direnovasi kembali dengan mengecat ulang dinding dan mengganti karpet masjid baru.
“Kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring dengan pelaksanaan dukungan psikososial awal berbasis Psychological First Aid (PFA) untuk siswa, guru, dan wali murid,” katanya.
Menurutnya, rekomendasi Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) adalah guru dibekali keterampilan pendampingan psikososial kepada siswa karena bersifat jangka panjang. Lalu, 1 minggu penanganan darurat pendidikan, pendampingan, rapid assessment dari 589 siswa dan guru dinyatakan aman fisik dan mental.
Lalu, rapid asesmen 3-5 hari sudah ada hasil dengan dilakukan pendampingan lanjutan di sekolah; pembelajaran tetap dilakukan seperti biasa secara daring.
“Materi pemulihan mental dilakukan oleh tim tenaga psikologi Korps Relawan Bencana (KRESNA) HIMPSI yakni berupa dukungan PFA, bagi para murid, guru, dan tenaga kependidikan SMAN 72 Jakarta yang terdampak kejadian,” terangnya.
Diketahui, kegiatan PFA bagi murid serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMAN 72 Jakarta dibagi ke dalam kelompok sesuai kelasnya masing-masing dengan didampingi oleh fasilitator dan observer untuk kemudian melakukan berbagai aktivitas tahapan pemulihan pasca trauma. Seperti Orientasi dan Klarifikasi Fakta, Normalisasi dan Psychoeducation, serta Dukungan dan Refleksi (Coping Sharing). (nas)










