• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Eceran Tertinggi Turun, Penyerapan Pupuk Subsidi Meningkat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 7 November 2025 - 23:52
in Ekonomi
1762571479920

Petani bersiap memupuk tanaman padinya menggunakan pupuk subsidi jenis urea bercampur phonska di persawahan Desa Karangsari, Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/10/2025). Foto : Antara/Aprillio Akbar/tom.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak pemerintah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi 20 persen, serapan pupuk subsidi langsung meningkat tajam. Apalagi kini mekanisme distribusi pupuk juga lebih sederhana.

Penurunan HET yang mulai berlaku pada 22 Oktober 2025 menjadi kabar baik bagi petani yang kini tengah memasuki musim tanaman Oktober-Maret. Data PT Pupuk Indonesia, pada saat pemerintah mengumumkan penurunan HET pupuk subsidi, ada serapan pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 180 ribu ton dan Pupuk NPK Phonska sebanyak 266.800 ton.

BacaJuga:

Kemenkop Perkuat Landasan Hukum Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Rakornas SP Pegadaian 2026: Perkuat Soliditas, Kapabilitas, dan Sinergi Strategis Menuju Pegadaian 2030

Menkop: ODA Smart Factory Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Penurunan HET pupuk subsidi sesuai Keputusan Menteri Pertanian No. 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian No. 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Untuk Pupuk Urea dari Rp2.250 menjadi Rp1.800/kg (turun Rp450/kg) atau dari Rp112.500 menjadi Rp90.000/sak (turun Rp22.500/sak). Kemudian, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840/kg (turun Rp460/kg) atau dari Rp115.000 menjadi Rp92.000/sak (turun Rp23.000/sak).

Sedangkan NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640/kg atau dari Rp165.000 menjadi Rp132.000/sak. Sementara pupuk ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360/kg (khusus tebu) atau dari Rp85.000 menjadi Rp 68.000/sak (khusus tebu). Adapun pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640/kg atau dari Rp32.000 menjadi Rp25.600/sak.

Saat webinar Kebijakan Pertanian: 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, beberapa waktu lalu, Direktur Pupuk Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra mengatakan, kebijakan penurunan HET pupuk subsidi merupakan bagian dari upaya penataan ulang pupuk bersubsidi agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Selama ini, distribusi pupuk bersubsidi melibatkan banyak pihak mulai dari produsen, distributor, pengecer, hingga kelompok tani, sehingga menimbulkan berbagai kendala, termasuk inefisiensi dan potensi harga yang membengkak di tingkat petani.

“Sekarang, alurnya lebih sederhana. Pupuk bersubsidi mengalir dari produsen ke titik serah, kemudian ke kelompok tani atau koperasi, baru sampai ke petani. Dengan begitu, setiap rupiah subsidi benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” katanya.

Jekvy mengatakan, dampak penurunan HET Pupuk Subsisi ini langsung terlihat di lapangan. Sebelumnya, rata-rata penebusan pupuk bersubsidi hanya sekitar 42.000 petani per hari. Setelah kebijakan baru diberlakukan, jumlah ini melonjak hampir dua kali lipat, menembus angka 72.000 hingga 78.000 petani per hari.

“Lonjakan ini menunjukkan antusiasme dari petani yang sebelumnya belum sempat menebus pupuk karena harga yang lebih tinggi,” katanya.

Selain penurunan harga, pemerintah menata sistem penebusan agar lebih modern. Petani kini bisa menebus pupuk menggunakan aplikasi IPUBER hanya dengan KTP, atau melalui kartu perbankan yang digesek di mesin EDC di titik serah.

“Sistem ini tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga memastikan transaksi tercatat dengan rapi sehingga potensi penyalahgunaan subsidi bisa diminimalkan,” ujarnya.

SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Pupuk Indonesia, Asep Saepul Muslim memastikan kondisi stok nasional berada dalam keadaan aman.

“Stok pupuk nasional maupun di tingkat provinsi berada dalam kondisi yang sangat baik dan mencukupi kebutuhan musim tanam,” ujarnya.

Hingga akhir Oktober 2025, total stok Pupuk Indonesia mencapai 1,1 juta ton. Terdiri dari 1,07 juta ton pupuk subsidi, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 43 hari ke depan, serta 434 ribu ton pupuk non-subsidi yang disiapkan bagi petani yang kehabisan alokasi atau tidak terdaftar dalam RDKK.

Data Pupuk Indonesia, hingga 26 Oktober 2025, realisasi penyaluran pupuk subsidi tercatat mencapai 6,31 juta ton atau sekitar 68,18 persen dari total alokasi atau 71,29 persen dari kontrak antara Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian.

“Dari total alokasi sebesar 9,55 juta ton, masih terdapat sekitar tiga juta ton pupuk yang perlu dioptimalkan penyalurannya,” katanya.

Asep menjelaskan, perubahan sistem distribusi pupuk diatur melalui Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian No. 15 Tahun 2025, yang menetapkan bahwa Pupuk Indonesia kini bertanggung jawab penuh hingga titik serah. Titik serah tidak hanya terbatas pada kios pengecer, tetapi juga mencakup kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan koperasi.

Skema baru ini dinilai lebih adaptif serta mampu mempercepat proses distribusi pupuk ke petani di lapangan. Dalam implementasinya, terdapat dua mekanisme utama penyaluran pupuk subsidi. Pertama, dari gudang produsen ke PUD yang kemudian melakukan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan titik serah.

Kedua, penyaluran langsung dari gudang produsen ke titik serah, sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih cepat dan efisien tanpa mengabaikan peran pelaku usaha distribusi di bawah koordinasi Pupuk Indonesia.

Penyesuaian juga dilakukan terhadap margin keuntungan bagi pelaku usaha distribusi. Untuk PUD, margin meningkat dari Rp50 menjadi Rp62,5/kg, sementara untuk PPTS naik signifikan dari Rp75 menjadi Rp144,24/kg.

”Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan operasional distribusi sekaligus memastikan harga jual di tingkat petani tetap stabil,” kata Asep.

Asep mengakui, tantangan ke depan adalah mengoptimalkan penyaluran pupuk subsidi tahun 2025. Fokus utama diarahkan pada percepatan penebusan e-RDKK, penyesuaian stok akibat pergeseran musim tanam, sosialisasi perubahan regulasi, serta optimalisasi dan re-alokasi pupuk yang belum terserap.

”Kami terus berkolaborasi secara intensif dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan penyerapan pupuk subsidi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” katanya. (srv)

Tags: pertanianPetanipupuk

Berita Terkait.

sesmenkop
Ekonomi

Kemenkop Perkuat Landasan Hukum Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 3 November 2026 - 17:27
gadai
Ekonomi

Rakornas SP Pegadaian 2026: Perkuat Soliditas, Kapabilitas, dan Sinergi Strategis Menuju Pegadaian 2030

Selasa, 3 November 2026 - 16:46
ferry
Ekonomi

Menkop: ODA Smart Factory Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 3 November 2026 - 16:16
bahlil
Ekonomi

Minerba Convex 2026 Dibuka, Dorong Pengusaha Daerah Terlibat Hilirisasi

Selasa, 3 November 2026 - 15:45
migas
Ekonomi

Searah Mulai Produksi Gas Lapangan Maha, Bidik 230 MMSCFD

Selasa, 3 November 2026 - 15:35
dtif
Ekonomi

Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN, Perkuat Pengembangan Bioenergi Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 15:05

OLAHRAGA

sty
Olahraga

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Editor Dilianto
Selasa, 3 November 2026 - 16:26

INDOPOSCO.ID - Persija Jakarta mengawali kiprahnya di League Cup 2026/2027 dengan ujian tandang melawan PSMS Medan. Duel yang berlangsung di...

SelengkapnyaDetails
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2166 shares
    Share 866 Tweet 542
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1866 shares
    Share 746 Tweet 467
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Sambut Musim Hujan, BNPB Minta Pemda Bersihkan Drainase dan Petakan Rawan Banjir

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.