• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Gejolak Sosial, Intelijen Politik Polri Jadi Penggerak Sinergi Atasi Krisis Pangan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 6 November 2025 - 16:26
in Nasional
maman

AKBP Maman Herdiaman (tengah) memberikan keterangan soal gagasan inovasi penguatan peran Intelijen Politik dalam mendukung ketahanan pangan. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Distribusi pangan di Indonesia sering kali terjadi timpang. Daerah surplus seperti Jawa dan Sumatera bisa menikmati harga stabil, sementara wilayah timur seperti Papua atau Maluku menghadapi kelangkaan dan harga melambung.

Ketimpangan inilah yang kerap menjadi bara kecil penyulut keresahan sosial. Merespons kondisi itu, Peserta pelatihan kepemimpinan nasional (PKN) angkatan 26 tahun 2025 AKBP Maman Herdiaman mengusulkan pendekatan baru, yaitu menjadikan intelijen politik Polri sebagai penggerak utama sinergi lintas instansi.

BacaJuga:

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Dalam proyeknya, ia membentuk Tim Siber Isu Pangan untuk memantau potensi provokasi dan disinformasi seputar pangan di media sosial, mengintegrasikan data kerawanan pangan berbasis digital dan menginisiasi Forum Sinergi Pangan Terintegrasi.

“Intelijen politik Polri harus mampu membaca potensi krisis sejak sebelum terjadi. Bukan hanya reaktif, tapi prediktif dan solutif,” kata Maman di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Ia melihat persoalan pangan bukan hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga dari kacamata keamanan nasional. “Ketahanan pangan bukan cuma soal beras dan harga cabai. Ini soal stabilitas bangsa. Kalau dapur masyarakat tidak aman, negara pun bisa goyah,” ucap Maman.

Uji coba proyek ini dilakukan di wilayah Jawa Barat, yang menurut data Badan Pangan Nasional termasuk provinsi dengan tingkat kerentanan pangan tinggi. Hasilnya mulai tampak, pemetaan wilayah rawan lebih cepat, komunikasi antarinstansi lebih lancar, dan isu-isu sensitif terkait pangan bisa diantisipasi sejak dini.

Proyek ini juga mendorong peningkatan kapasitas SDM intelijen politik Polri melalui pelatihan khusus ketahanan pangan dan konflik sosial. “Intelijen hari ini tidak cukup hanya memahami politik, tapi juga harus paham pangan, iklim, dan ekonomi lokal,” jelas Maman.

Langkah itu mendapat dukungan dari Kepala Baintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, yang menilai proyek tersebut sebagai terobosan penting dalam memperluas fungsi intelijen di era modern. “Pangan kini bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga strategi pertahanan nasional,” ujar Yuda Gustawan.

“Kami dorong inovasi ini karena menyentuh akar persoalan masyarakat. Dengan data terintegrasi dan koordinasi lintas sektor, kita bisa mencegah gejolak sosial sebelum membesar,” tambahnya.(dan)

Tags: Gejolak SosialIntelijen Politik Polrikrisis pangan

Berita Terkait.

Irene-Umar
Nasional

Wamen Ekraf Bicara Kesetaraan Gender Perkuat Ekosistem Ekraf

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:04
Sudjatmiko
Nasional

DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:43
Brian
Nasional

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Serukan Transformasi Pendidikan demi Kemajuan Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:23
Kemenpar memperkuat standar keamanan destinasi nasional dengan menyiapkan 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk menjalankan Program Keselamatan Wisata 2026. Foto: istimewa
Nasional

Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi Jalankan Program Keselamatan Wisata 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42
KNMP
Nasional

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:12
Ruang-Kelas
Nasional

5 “Dosa” Pendidikan yang Masih Menghantui Indonesia di Hardiknas 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3205 shares
    Share 1282 Tweet 801
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1580 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1226 shares
    Share 490 Tweet 307
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.