INDOPOSCO.ID – Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Irma Suryani menegaskan perlunya langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk memperkuat daya saing rumah sakit di Indonesia. Ia menilai, tanpa dukungan kebijakan fiskal dan insentif yang tepat, sektor kesehatan nasional akan terus kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
“Kalau mau bersaing dengan Malaysia atau Penang, pelayanan rumah sakit kita harus jauh lebih baik, dan tarifnya harus lebih murah,” kata Irma usai kunjungan kerja BURT DPR RI ke RS Awal Bros Batam, Kepulauan Riau, dikutip Minggu (26/10/2025).
Politisi Partai NasDem itu menyoroti tingginya biaya layanan kesehatan di Indonesia yang masih membebani masyarakat. Menurutnya, faktor utama yang membuat tarif rumah sakit dalam negeri mahal adalah beban pajak tinggi, harga alat kesehatan dan obat-obatan impor yang melambung, serta pungutan yang belum efisien.
“Kalau pajak dan biaya masuk alat kesehatan tinggi, otomatis biaya perawatan ikut naik. Pemerintah tak bisa menuntut rumah sakit bersaing dengan Penang kalau kebijakannya sendiri belum mendukung,” tegasnya.
Irma yang juga anggota Komisi IX DPR RI mengatakan, dirinya telah meminta Kementerian Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan dalam mencari solusi agar harga alat kesehatan dan obat-obatan bisa ditekan melalui reformasi kebijakan fiskal dan perdagangan.
Ia pun menekankan bahwa pemberian stimulus bagi rumah sakit bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban negara dalam menjamin hak rakyat atas pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau.
Lebih lanjut Irma berharap ke depan pemerintah mampu merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih progresif agar rumah sakit nasional tidak hanya kompetitif, tapi juga menjadi pilihan utama masyarakat tanpa harus berobat ke luar negeri.
“Kesehatan adalah hak masyarakat, bukan ladang bisnis pemerintah. Negara harus hadir dengan kebijakan yang membuat biaya berobat jauh lebih murah,” pungkasnya. (dil)










