• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Defisit Bukan Sinyal Bahaya, Tapi Bukti Negara Terus Bergerak

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:07
in Ekonomi
uang

Ilustrasi - Uang rupiah sebagai simbol kebijakan fiskal nasional. Pemerintah menjaga rasio utang tetap terkendali di bawah batas aman. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa utang bukanlah momok, melainkan instrumen vital dalam menjaga roda pembangunan tetap berputar.

Menurutnya, defisit anggaran bukan berarti tanda bahaya bagi perekonomian, asalkan utang dikelola dengan strategi yang matang dan penuh kehati-hatian.

BacaJuga:

APBN 2026 Melaju Kencang: Pajak Melejit, Belanja Negara Tancap Gas

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

“Mengapa ada defisit? Karena belanja lebih besar dari pendapatan. Tapi itu aman atau nggak? Aman, selama utangnya dikelola dengan rapi, produktif, dia sustainable, diperhatikan, bagaimana pasar utangnya, bagaimana pasar SBN-nya, bagaimana instrumen SBN-nya mendapatkan confidence dari para investor atau tidak,” ujar Suahasil dalam keterangan, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini masih terkendali di level 39–40 persen — jauh di bawah ambang batas 60 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Artinya, ruang fiskal masih terbuka lebar, namun pemerintah tak serta-merta tergoda untuk menambah utang tanpa perhitungan matang.

“Ruang itu ada. Tapi kalau ruang ada kan bukan berarti terus kita menuju sana saja. Ini adalah pengelolaan yang sangat hati-hati dilakukan oleh negara,” tegasnya.

Suahasil menilai, kunci menjaga stabilitas fiskal terletak pada dua hal utama: pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pengelolaan instrumen utang yang kredibel. Ia menyoroti tren positif pasar keuangan, di mana yield Surat Berharga Negara (SBN) seri benchmark 10 tahun sempat turun di bawah 6 persen — sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan fiskal Indonesia.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga mematok target defisit anggaran tahun 2025 tetap terkendali di level 2,78 persen terhadap PDB. Langkah ini, kata Suahasil, mencerminkan komitmen menjaga kredibilitas fiskal tanpa menghambat upaya memperkuat belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah juga menargetkan defisit anggaran tahun 2025 tetap terkendali di level 2,78% terhadap PDB. Proyeksi ini mencerminkan upaya menjaga kredibilitas fiskal dengan tetap memperkuat belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dengan strategi pengelolaan yang disiplin, transparan, dan adaptif terhadap dinamika pasar, pemerintah optimistis fondasi fiskal Indonesia akan tetap kokoh. Di tengah tantangan global, kehati-hatian menjadi kunci, karena dalam setiap rupiah yang dikelola dengan bijak, tersimpan kepercayaan masa depan bangsa. (her)

Tags: Defisitekonomiuang

Berita Terkait.

purbaya
Ekonomi

APBN 2026 Melaju Kencang: Pajak Melejit, Belanja Negara Tancap Gas

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:30
kemenkop
Ekonomi

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:13
inabuyer
Ekonomi

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:42
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
Ekonomi

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:01
DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen
Ekonomi

DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:22
Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026
Ekonomi

Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:45

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.