• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menkop Ajak GP Ansor Atasi Permasalahan Dasar Masyarakat Desa Lewat Kopdes Merah Putih

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:52
in Ekonomi
1000354343

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat yang digelar oleh GP Ansor dengan tema "Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong Di Desa-Desa di Bandung, Minggu (19/10/2025). Foto: Kemenkop

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan mendasar di desa, seperti keterbatasan listrik, akses internet, dan kemiskinan dan lain sebagainya.

Menkop Ferry menambahkan bahwa pembangunan perekonomian di desa tidak dapat dijalankan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan berbagai pihak. Dalam hal ini GP Ansor dinilai menjadi mitra strategis pemerintah yang dapat diberdayakan dengan optimal untuk mensejahterakan masyarakat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah (Kopdes/Kel) Merah Putih. Dengan basis massa yang begitu besar GP Ansor diharapkan terlibat aktif untuk menyukseskan program prioritas pemerintah khususnya Kopdes/Kel Merah Putih.

BacaJuga:

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

“Saya mengajak GP Ansor untuk turun langsung membantu menyelesaikan persoalan desa, mulai dari listrik, air bersih, hingga kemiskinan. Koperasi adalah wadah terbaik untuk itu,” ujar Menkop Ferry dalam Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat yang digelar oleh GP Ansor dengan tema “Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong Di Desa-Desa di Bandung, Minggu (19/10/2025).

Menkop Ferry menyoroti fakta bahwa masih terdapat ribuan desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dan belasan ribu desa yang belum memiliki akses internet. Kondisi ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata dan perlu diselesaikan melalui pendekatan berbasis komunitas.

“Masih ada ribuan desa tanpa listrik dan belasan ribu desa tanpa internet. Setelah 80 tahun merdeka, ini harus menjadi panggilan moral bagi kita semua untuk bergerak,” tegasnya.

Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan mendasar tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk GP Ansor, untuk membangun pembangkit listrik mini hidro ataupun pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang kemudian nantinya dikelola oleh koperasi desa. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi desa dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain persoalan energi, Menkop juga menyoroti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di pedesaan. Kopdes/ Kel Merah Putih berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperpendek rantai pasok, dan menekan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi solusi bagi persoalan ekonomi struktural di desa. Dengan koperasi, harga di tingkat petani bisa naik, sementara harga di konsumen bisa turun,” jelasnya.

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan mandat langsung dari Presiden RI, dengan target pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini bukan sekadar proyek pemerintah, tetapi sebuah gerakan nasional untuk membalikkan sistem ekonomi agar kembali ke arah ekonomi Pancasila.

“Presiden ingin mengembalikan arah kebijakan ekonomi dari yang liberal dan kapitalistik menjadi ekonomi konstitusional, ekonomi Pancasila. Dan koperasi adalah soko guru perekonomian nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop Ferry mengungkapkan bahwa koperasi saat ini diizinkan untuk mengelola sektor-sektor strategis seperti tambang mineral, energi rakyat, dan perkebunan sawit dan lainnya. Menkop mendorong GP Ansor untuk memanfaatkan peluang ini demi kesejahteraan masyarakat.

Menkop Ferry meyakini sinergi yang erat antara pemerintah dan berbagai pihak terutama GP Ansor program Kopdes/ Kel Merah Putih akan beroperasi dengan baik dan target untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Menkop Ferry juga mengapresiasi banyaknya kepala desa dan pengurus koperasi yang juga merupakan anggota GP Ansor. Menurutnya, kehadiran kader Ansor di desa akan mempercepat transformasi koperasi menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis gotong royong.

“Saya kaget, ternyata banyak kepala desa dan pengurus koperasi yang berasal dari GP Ansor. Ini potensi besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat dari desa,” ujarnya.

Kemenkop saat ini telah menyiapkan 8.000 Business Assistant untuk mendampingi koperasi desa dalam pengelolaan bisnis dan keuangan. Setiap asisten akan mendampingi sepuluh koperasi, sehingga percepatan transformasi bisa terjadi secara merata. Hal ini sebagai salah satu strategi agar operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan optimal.

“Kami ingin koperasi menjadi sehat, modern, dan mandiri. GP Ansor bisa menjadi mitra strategis dalam mendampingi koperasi di lapangan,” katanya. (srv)

Tags: gp ansorKopdes Merah PutihMasyarakat Desamenkop

Berita Terkait.

Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
BKPM
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46
Maman
Ekonomi

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

Selasa, 21 April 2026 - 16:06
Veritask
Ekonomi

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.