• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

HOI: Kolaborasi Nyata Lintas Negara Lahirkan Talenta Kreatif Baru

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:43
in Nasional
giring

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha saat hadir di program House of Indonesiana (HOI). Foto: Dokumen Kemenbud

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program House of Indonesiana (HOI) menekankan bagaimana kolaborasi lintas negara mampu memperkuat fondasi industri kreatif Indonesia. Melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pemuda Republik Korea.

HOI membuka ruang pembelajaran yang menjembatani pendidikan, industri, dan diplomasi budaya dalam satu wadah kreatif yang dinamis. Salah satu implementasinya terlihat dalam pelatihan dan produksi konten animasi di HOI Training Center Jakarta.

BacaJuga:

AMMI Desak Wikipedia Taat PSE, Soroti Keamanan Data Mahasiswa

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

Project Manager dari Dipadira Studios, Gisella Ivone, mengungkapkan, bagaimana mendampingi proses produksi animasi yang melibatkan ratusan peserta HOI dari berbagai level pelatihan. “Peran utama saya mengelola seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan timeline, mengawasi setiap tahap produksi, menjadi penghubung antara tim pelatihan dan tim produksi, hingga memastikan semuanya berjalan sesuai target dan kualitas yang diharapkan,” ungkapnya dalam keterangan, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, program HOI Jakarta terbagi dalam tiga level kelas yakni Basic, Intermediate, dan Advanced. Dipadira dipercaya menangani proses produksi penuh untuk IP animasi Banyu, yang dikerjakan bersama para peserta kelas Advanced.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tapi merasakan sendiri seperti apa ritme kerja di industri profesional. Mereka kami tempatkan dalam sistem yang menyerupai produksi nyata, lengkap dengan briefing, revisi, hingga evaluasi berkala,” ungkap Gisella.

Bagi Gisella, keseimbangan antara nilai budaya lokal dan standar global menjadi kunci penting. Menurutnya, perlu membawa identitas budaya dalam cerita, tapi dikemas dengan standar teknis global. “Dengan begitu hasilnya bisa berakar pada budaya kita, namun tetap mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu instruktur kelas Advanced di HOI, Muhammad Septa Varell Syahroni, menuturkan pelatihan ini menghadirkan pengalaman yang berbeda dari pelatihan animasi pada umumnya. Bersama beberapa rekan alumni One Animation Studios, ia membimbing peserta dengan pendekatan simulasi industri.

“Peserta tidak hanya belajar teori, tapi langsung masuk ke workflow profesional. Mereka menggunakan asset animasi dari Dipadira, mengikuti pipeline industri, dan kami push kualitasnya mendekati standar profesional,” jelas Varell.

Menurutnya, banyak peserta datang dengan ide kreatif yang kuat, tetapi masih terbatas dari sisi skill teknikal. “Tugas kami bukan hanya mengajarkan software, tapi membentuk mindset yang benar. Kami ingin mereka berpikir sebagai artist, bukan sekadar operator. Karena di dunia kreatif, yang penting bukan ‘pakai apa’, tapi ‘kenapa dan bagaimana’,” katanya.

Bagi Varell, program HOI punya peran penting dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri. “Bentuknya pelatihan, tapi pendekatannya industri banget. Di situlah kekuatan diplomasi budaya lewat karya digital,” ujarnya. (nas)

Tags: HOIHouse of IndonesianaKolaborasiTalenta Kreatif Baru

Berita Terkait.

ammi
Nasional

AMMI Desak Wikipedia Taat PSE, Soroti Keamanan Data Mahasiswa

Kamis, 23 April 2026 - 02:20
indra
Nasional

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Rabu, 22 April 2026 - 23:23
dasco
Nasional

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

Rabu, 22 April 2026 - 23:13
e-KTP
Nasional

KTP Hilang Bakal Didenda, DPR Dorong Revolusi Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 22:42
aher
Nasional

Soroti Digitalisasi ASN 2026, Komisi II Ingatkan Evaluasi Pegawai dan Layanan Publik Lebih Transparan

Rabu, 22 April 2026 - 22:12
menag
Nasional

Jawab Berbagai Tantangan di Dunia Pendidikan, Kemenag Luncurkan Belajar Mandiri KBC

Rabu, 22 April 2026 - 21:21

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1285 shares
    Share 514 Tweet 321
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.