• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Momentum Petani Bangkit, Pakar Ingatkan Pemerintah Tahan Dulu Impor Beras

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 13 Oktober 2025 - 15:05
in Nasional
pangan

Ilustrasi - Seorang warga memilih beras di pasar tradisional Jakarta. Pakar Pangan menilai momentum petani menikmati hasil panen perlu dijaga tanpa terganggu impor. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu swasembada beras kembali mencuat menjelang setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah perdebatan soal impor beras, Pakar Pangan Universitas Andalas, Muhammad Makky, mengingatkan agar pemerintah memberi ruang bagi petani untuk benar-benar menikmati hasil kerja keras mereka terlebih dahulu.

“Kalau bisa jangan impor dulu. Biarlah kita menikmati apa yang selama ini belum sempat dinikmati,” ujar Makky ditemui INDOPOSCO usai diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

BacaJuga:

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Silla University Anugerahkan Gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan atas Dedikasi di Sektor Halal

Jumlah MPP Tembus 313, Menteri PANRB Dorong Integrasi dan Digitalisasi Layanan

Menurut Makky, tahun ini adalah momentum penting bagi petani Indonesia. Setelah bertahun-tahun berjuang dengan margin keuntungan yang tipis, baru kali ini mereka mulai merasakan hasil yang sepadan. Karena itu, ia menilai impor beras sebaiknya dilakukan secara selektif dan tidak bersinggungan dengan produksi dalam negeri.

“Kalau memang nanti ada kebutuhan impor, impornya jangan yang bertabrakan dengan apa yang diproduksi dalam negeri. Kalau perusahaan butuh beras yang masih bisa disuplai petani lokal, ya kasihlah ke petani-petani kita,” tegasnya.

Makky menilai, kepastian pasar adalah kunci agar petani berani meningkatkan produktivitasnya. Ia mencontohkan, bila ada perusahaan yang menjamin pembelian hasil panen tiga kali tanam, para petani tentu akan menyambut dengan antusias.

“Kalau ada perusahaan yang jamin, ‘Anda tanam tiga kali, langsung saya beli,’ siapa yang tidak mau? Uangnya masuk ke petani, berputar di masyarakat. Petani bisa belanja, ekonomi desa hidup,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan pangan yang berpihak pada petani akan menciptakan efek domino positif di berbagai sektor. Dengan keuntungan yang layak, para perantau bisa kembali ke kampung halaman, bekerja di lahan sendiri, dan memperkuat ekonomi desa.

“Kalau bisa tiga kali tanam, ngapain lagi cari kerja di kota? Di kampung sudah ada rumah, keluarga, sekolah anak, semua ada. Ekonomi berputar di dalam negeri, fondasinya jadi kuat,” tutur Makky.

Ia menambahkan, ketika fondasi ekonomi petani sudah kuat, kebijakan makro apa pun tidak akan mudah mengguncang ketahanan pangan nasional. “Biarkan masa-masa ini dinikmati dulu. Supaya nanti, kalau ekonomi sudah stabil, kebijakan apa pun, petani tetap bisa bertahan. Sekarang kami sudah enggak mikir nyangkul,” tambahnya.

Pesan Makky sederhana namun dalam, sebelum bicara ekspor besar atau investasi asing, pastikan dulu petani di negeri sendiri bisa hidup layak dari tanah yang mereka garap. Karena dari sanalah, sesungguhnya, ketahanan pangan sejati itu berasal. (her)

Tags: berasKetahanan PanganpanganPetani

Berita Terkait.

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik
Nasional

Impor LPG Dinilai Membebani Negara, DPR Minta Pemerintah Percepat Transisi ke Kompor Listrik

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:01
bpjph
Nasional

Silla University Anugerahkan Gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan atas Dedikasi di Sektor Halal

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:04
rini
Nasional

Jumlah MPP Tembus 313, Menteri PANRB Dorong Integrasi dan Digitalisasi Layanan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:03
menag
Nasional

Pesan Menag di Tahun Baru Islam: Syukuri Masa Lalu, Songsong Masa Depan dengan Harapan

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:48
pratikno
Nasional

Menko PMK Pratikno: Film ‘Jejak Pahit Si Kembang Gula’ Jadi Inspirasi Penguatan Karakter Remaja Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:19
uu
Nasional

Revisi UU Hak Cipta Potensi Sulitkan Industri Kreatif dan Ekosistem Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7065 shares
    Share 2826 Tweet 1766
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1769 shares
    Share 708 Tweet 442
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1047 shares
    Share 419 Tweet 262
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.