• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Konferensi Musik Indonesia 2025 Siap Dorong Ekonomi Musik Berdaya Saing Global

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 9 Oktober 2025 - 12:30
in Nasional
pajak

Pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025. Foto: Dokumen Kemenbud

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkomitmen menjadikan ekosistem musik sebagai penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Chief Marketing Officer Mad Haus Group, Dimaz Joey, sampaikan bahwa sesi yang berlangsung pada sore hari ini membahas potensi musik sebagai ekosistem ekonomi.

“Di Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025, kita tidak lagi hanya bicara potensi. Tapi, bagaimana potensi itu bisa direalisasikan melalui kebijakan yang adil, insentif yang berpihak,” ujar Chief Marketing Officer Mad Haus Group, Dimaz Joey dalam keterangan, Kamis (9/10/2025).

BacaJuga:

Wah, SPPG Bersertifikat Halal Tembus 10 Ribu

DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

BPJS Watch Nilai Lapangan Kerja Formal Harus Jadi Fokus di Tengah Derasnya Investasi

Diketahui dalam diskusi panel ketiga KMI 2025 mengusung topik “Musik sebagai Ekonomi Kekuatan Baru” di Jakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut lebih dari 300 peserta.

Di tempat yang sama, Penyuluh Ahli Madya Direktorat Jenderal Pajak, Timon Pieter mengatakan, kontribusi musisi melalui karya dan pajak merupakan hal yang sangat penting, karena pajak adalah penopang bagi pertumbuhan industri musik.

“Pajak yang didapat dari para musisi lewat karya-karyanya ini adalah penopang bagi pertumbuhan industri musik, karena akan kembali dalam bentuk panggung, dana pendidikan, dan infrastruktur budaya. Musik menyambungkan perasaan, dan pajak menyambungkan cita-cita,” ujar Timon.

Hal yang sama diungkapkan Mohammad Dian Revindo, perwakilan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Ia mengungkapkan peluang ekonomi musik di Indonesia yang sangat besar.

“Multiplayer effect dapat terjadi jika ekosistemnya dapat dikoordinasikan dengan baik dari hulu ke hilir, dan juga demand-nya mendukung dan saling
menghargai,” ujarnya.

“Pemerintah bisa terlibat tidak hanya soal kebijakan fiskal, tapi juga dapat mengajak diskusi pihak perbankan untuk pembiayaan di bidang musik, hingga jangka jauhnya adalah menyediakan BLU di bidang musik,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan dari Backstagers Indonesia, Andro Rohmana mengatakan, bahwa saat ini industri event di Indonesia masih menghadapi serangkaian tantangan yang harus disikapi bersama.

“Saatnya kita bergerak bersama. Mari ubah cara pandang kita bahwa event bukanlah biaya, tapi instrumen investasi yang bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Yonathan Nugroho dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) menuturkan, bahwa dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan musik digital. Dimana 70 persen konsumsi musik digital di Indonesia berasal dari katalog lokal.

Menurutnya, ada pergeseran tren dari dominasi musik asing menuju apresiasi terhadap karya anak bangsa. “Dulu musik asing masih begitu kuat di platform digital, tapi kini trennya bergeser,” ujarnya.

“Artis-artis Indonesia terus mencetak prestasi dan menunjukkan kualitas produksi yang setara dengan tingkat Asia Tenggara, bahkan internasional,” imbuhnya.

Diketahui, diskusi panel ketiga dalam rangka KMI 2025 menghasilkan tujuh rekomendasi, yaitu memperkuat pengakuan hak perlindungan tenaga kerja serta jaminan pelaku industri musik, pembangunan gedung pertunjukkan yang representatif di daerah, perlunya dukungan pemerintah untuk melakukan riset industri event dan menghasilkan data kredibel.

Selain itu, asosiasi mendukung produk event yang terstandar, penyederhanaan pajak royalti, pembebasan PPN, dan kebijakan pajak PPH 21 untuk pekerja berpenghasilan di bawah 10 juta, penerapan PP Nomor 24 Tahun 2022 secara efektif melalui lembaga penilai dan kerja sama lembaga keuangan, dan pemberian insentif fiskal untuk investasi. (nas)

Tags: Ekonomi MusikKementerian KebudayaanKonferensi Musik Indonesia 2025

Berita Terkait.

sppg
Nasional

Wah, SPPG Bersertifikat Halal Tembus 10 Ribu

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:23
mbg
Nasional

DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:12
buruh
Nasional

BPJS Watch Nilai Lapangan Kerja Formal Harus Jadi Fokus di Tengah Derasnya Investasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:02
banten
Nasional

Polda Banten Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pengeroyokan Seorang Aktivis

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:30
panda
Nasional

Taman Safari Indonesia Sukses Besar Konservasi Satwa Bayi Panda Rio

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:19
aipki
Nasional

AIPKI: Mutu Pendidikan Dokter Jangan Dikorbankan demi Kejar Kuota

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12537 shares
    Share 5015 Tweet 3134
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2879 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    1901 shares
    Share 760 Tweet 475
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1395 shares
    Share 558 Tweet 349
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Tuchel
Olahraga

Kelelahan Bukan Hambatan, Tuchel Beber Kunci Kemenangan Dramatis Inggris atas Prancis

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel angkat suara setelah timnya meraih medali perunggu pada Piala Dunia 2026 usai mengalahkan...

SelengkapnyaDetails
Saka

Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:09
Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:31
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.