• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BPJS Watch Nilai Lapangan Kerja Formal Harus Jadi Fokus di Tengah Derasnya Investasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 19 Juli 2026 - 22:02
in Nasional
buruh

Ilustrasi pekerja industri padat karya. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar menilai pemerintah perlu memastikan arus investasi yang terus meningkat benar-benar menghasilkan lebih banyak lapangan kerja formal. Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi faktor penting agar investasi mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Pernyataan itu disampaikan Timboel menyusul realisasi investasi nasional pada Semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target Rp2.041,3 triliun. Capaian tersebut diklaim membuka sekitar 1.448.862 lapangan kerja.

BacaJuga:

Pemerintah Petakan Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Suriname dan Guyana

Jadi Fondasi Penguatan Karakter, Guru PAUD Butuh Kesejahteraan dan Program Peningkatan Kompetensi 

PIKI Minta Penegakan Hukum Fokus Pulihkan Hak Korban

“Realisasi investasi ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan sekitar 1,44 juta pekerjaan. Namun pemerintah perlu menjelaskan berapa banyak yang merupakan lapangan kerja formal dan berapa yang masuk sektor informal,” kata Timboel melalui gawai, Minggu (19/7/2026).

Ia berharap hingga akhir tahun jumlah pekerjaan baru bisa menembus lebih dari tiga juta. Namun, menurutnya, pekerjaan formal harus menjadi prioritas karena memberikan kepastian upah, perlindungan jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kepastian jam kerja.

Timboel menilai bertambahnya pekerjaan formal juga penting untuk menyerap pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia mengingatkan sektor manufaktur masih menghadapi tekanan, terlihat dari Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni 2026 yang berada di level 46,9 atau masih berada di zona kontraksi.

Di sisi lain, ia melihat tren investasi saat ini lebih banyak mengarah pada sektor padat modal dan berbasis teknologi, termasuk pembangunan pusat data (data center) yang menjadi salah satu sektor dengan nilai investasi terbesar. Kondisi tersebut dinilai tidak menyerap tenaga kerja sebanyak industri padat karya.

“Ini menjadi tantangan karena Indonesia masih memiliki sekitar 7,4 juta pengangguran terbuka, 11,6 juta pekerja setengah menganggur, ditambah angkatan kerja baru yang bertambah sekitar dua hingga tiga juta orang setiap tahun,” ujarnya.

Timboel juga menyoroti kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, sekitar 53 persen angkatan kerja masih berpendidikan SMP atau di bawahnya, sehingga membutuhkan dukungan pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat program pelatihan tenaga kerja dan memasukkannya sebagai salah satu pilar hubungan industrial dalam revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Ia juga mengusulkan pembentukan Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Nasional agar program pelatihan, pemagangan, hingga sertifikasi kompetensi dapat dikelola secara terintegrasi.

Selain itu, Timboel berharap pemerintah terus menjaga iklim investasi agar komitmen investasi dari dalam maupun luar negeri benar-benar terealisasi dan berdampak pada pembukaan lapangan kerja formal. “Investasi yang masuk harus mampu menciptakan pekerjaan yang layak. Di saat yang sama, pemerintah juga harus menyiapkan SDM yang kompeten melalui pelatihan dengan dukungan anggaran yang memadai,” katanya. (nas)

Tags: BPJS Watchinvestasilapangan kerja

Berita Terkait.

Pemerintah Petakan Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Suriname dan Guyana
Nasional

Pemerintah Petakan Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Suriname dan Guyana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04
Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari
Nasional

Jadi Fondasi Penguatan Karakter, Guru PAUD Butuh Kesejahteraan dan Program Peningkatan Kompetensi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:35
Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari
Nasional

PIKI Minta Penegakan Hukum Fokus Pulihkan Hak Korban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:45
Nasaruddin Umar
Nasional

Kemenag Siapkan 5 Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:13
sidang
Nasional

Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22
halal
Nasional

Kecam Penundaan Wajib Halal hingga 2028, FKBI Soroti Dugaan Intervensi Industri Rokok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:02

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2643 shares
    Share 1057 Tweet 661
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1287 shares
    Share 515 Tweet 322
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.