INDOPOSCO.ID – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel angkat suara setelah timnya meraih medali perunggu pada Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga, pada Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Tuchel menggambarkan kemenangan tersebut sebagai pertandingan dengan dua babak yang sangat berbeda.
“Kami menjalani babak pertama yang luar biasa, tetapi babak kedua berlangsung penuh tantangan. Anda bisa melihat betapa besar perbedaan yang dihasilkan hanya dari tambahan satu hari dalam jadwal. Kami benar-benar kelelahan dan terkuras setelah beberapa pekan terakhir,” ujar Tuchel dalam keterangan resmi Asosiasi Sepak Bola Inggris (England Football), Minggu (19/7/2026).
“Saya memberikan pujian sebesar-besarnya dan rasa hormat penuh atas mentalitas yang kami tunjukkan saat menghadapi situasi sulit,” sambungnya.
Tuchel kemudian memberikan penilaiannya terhadap laga yang menghasilkan total sepuluh gol di Miami, yang menjadi pertandingan terakhir The Three Lions pada turnamen musim panas ini.
“Saya mengkhawatirkan tuntutan fisik pertandingan karena kami tahu kualitas dan kecepatan yang dimiliki Prancis. Jadwal mereka lebih menguntungkan, dengan waktu istirahat satu hari lebih banyak setelah semifinal dan jarak perjalanan yang jauh lebih pendek dibanding kami,” tutur Tuchel.
“Kami harus bermain dalam cuaca panas, di dataran tinggi, dan menghadapi berbagai kondisi lainnya. Saya memang khawatir secara fisik, dan Anda bisa melihat para pemain mengalami kram serta kelelahan pada babak kedua,” lanjutnya.
Namun, Tuchel tidak pernah meragukan mentalitas tim ini. Jude Bellingham dan kolega telah membangun sesuatu yang sangat istimewa, dan mereka kembali membuktikannya.
Tuchel juga memberikan pujian kepada Bukayo Saka, yang mencetak hat-trick setelah dipercaya tampil sebagai starter.
“Bukayo menunjukkan bahwa dia adalah pemain kunci. Itu tidak pernah saya ragukan. Bahkan saya tidak sadar bahwa dia mencetak hat-trick karena saya kehilangan hitungan siapa saja pencetak gol. Namun, itu memang pantas dia dapatkan,” ungkapnya.
Tuchel juga menegaskan pentingnya memperkecil jarak dengan negara-negara terbaik dunia layaknya Prancis.
“Delapan tahun lalu mereka menjadi juara dunia, empat tahun lalu mereka mencapai final, dan mereka juga tampil di final UEFA Nations League. Jadi memang masih ada sedikit jarak, tetapi kami ingin menutup kesenjangan itu,” jelasnya.
Meski Tuchel dan para pemainnya masih kecewa karena kalah dari Argentina di semifinal dan gagal mencapai partai final, ia mengatakan kemenangan atas Prancis telah memberinya semangat baru.
“Melihat sebuah tim berjuang seperti ini memberikan energi bagi saya. Rasa lelah baru akan datang setelahnya. Besok, saat final berlangsung, kami mungkin masih akan merasakan kekecewaan itu dan butuh waktu untuk benar-benar pulih. Namun secara keseluruhan, pertandingan ini memberi saya lebih banyak energi daripada yang diambil darinya,” tutup Tuchel.(her)


















