• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Warga Badui Serentak Mulai Tanam Padi Gogo di Lahan Darat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 6 Oktober 2025 - 02:04
in Nusantara
17596731800315921974207979443660

Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak serentak mulai ngaseuk atau menanam padi gogo di lahan darat dengan cara melubangi tanah menggunakan batang pohon dan diberikan dua butir gabah, Minggu (5/10/2025). ANTARA/Mansur

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rangkasbitung, 05/10 (ANTARA) – Masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten secara serentak mulai ngaseuk atau menanam padi gogo di lahan darat dengan cara melubangi tanah menggunakan batang pohon untuk selanjutnya diberikan dua butir gabah setiap lubang.
“Kami setiap ngaseuk padi secara serentak dengan gotong royong itu,” kata Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu.

Penanaman ngaseuk padi gogo itu diawali di lahan milik Djaro Oom sebagai Kepala Desa Kanekes yang melibatkan 300 warga.

BacaJuga:

Pelayanan Makin Dekat, Perlindungan Keimigrasian Diperkuat dari Desa

Sinergi Amankan Penerimaan Negara, Bea Cukai Luwuk Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Miras Ilegal

Lindungi Kedaulatan Ekonomi, Bea Cukai Banten Musnahkan Rokok Ilegal senilai Rp62 Miliar

Masyarakat Badui saat ini setiap hari ngaseuk padi huma varietas lokal dengan gotong royong untuk cepat merampungkan penanaman.

Bila satu kampung itu terdapat penduduk 100 kepala keluarga untuk ngaseuk padi gogo di lima lokasi maka saling bantu dan gotong royong dengan masing-masing peserta 20 orang per titik.

“Kami sejak turun-temurun jika memasuki ngaseuk padi gogo dilakukan gotong royong dengan bergantian agar cepat selesai melakukan tanam,” katanya.

Dia mengatakan masyarakat Badui setelah merampungkan ngaseuk padi huma, kembali menggarap lahan lainnya, seperti menanam pisang, palawija, dan sayuran dengan cara tumpang sari di satu kawasan lahan.

Penanaman padi huma itu dikembangkan sejak nenek moyang, sedangkan masyarakat Badui dilarang menanam padi di lahan persawahan menggunakan cangkul dan bajak kerbau.

Padi huma atau padi gogo itu bisa dipanen setelah enam bulan karena menggunakan benih lokal dan tahan terhadap kekeringan.

Masyarakat Badui melaksanakan penanam padi gogo berdasarkan kalender adat, sedangkan saat ini sebagai keberuntungan mereka karena cuaca sering berupa curah hujan tinggi.

“Kami berharap ngaseuk padi huma nanti panen tahun depan melimpah produksi pangan,” katanya.

Sarja, seorang petani Badui, mengatakan ngaseuk padi huma dilaksanakan serentak dan bergotong royong pada Senin (6/10) dengan peserta 30 orang di lahan 1 hektare.

“Kami menargetkan bisa rampung ngaseuk padi gogo seharian,” katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan hingga saat ini masyarakat Badui belum pernah mengalami kerawanan pangan, apalagi sampai kelaparan, sebab mereka memiliki cadangan pangan 8.000 leuit atau rumah pangan sehingga memenuhi ketersediaan pangan dan tidak terdampak El Nino.

Jika padi huma gagal panen pun, katanya, masyarakat Badui masih memiliki cadangan pangan yang cukup.

Masyarakat Badui sejak dahulu hingga saat ini, katanya, memiliki kedaulatan pangan dengan memiliki leuit untuk menyimpan gabah padi hasil panen.

Jumlah lumbung yang ada 8.000 leuit dari 4.000 keluarga dengan penduduk 13.309 jiwa dan dari 8.000 lumbung pangan itu, jika rata-rata tiga ton/lumbung, berarti jumlah total 24 ribu ton gabah.

“Kami meyakini stok pangan di lumbung itu bisa dijadikan pangan keluarga jika terserang hama maupun bencana alam,” katanya. (bro)

Tags: Lahan DaratTanam Padi Gogowarga badui

Berita Terkait.

Sertifikat
Nusantara

Pelayanan Makin Dekat, Perlindungan Keimigrasian Diperkuat dari Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:07
bc3
Nusantara

Sinergi Amankan Penerimaan Negara, Bea Cukai Luwuk Musnahkan Ratusan Ribu Rokok dan Miras Ilegal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:05
bc2
Nusantara

Lindungi Kedaulatan Ekonomi, Bea Cukai Banten Musnahkan Rokok Ilegal senilai Rp62 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:33
nhm
Nusantara

NHM Dorong Pertanian Modern, Petani Kao Barat Bidik 10 Ton Gabah per Hektare

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:03
bc
Nusantara

Tim Gabungan Bea Cukai Jambi dan Polres Kerinci Gulung 499 Ribu Batang Rokok Ilegal Merek Golden Long

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:49
gempa
Nusantara

Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 78 Orang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:19

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.