INDOPOSCO.ID – Perwakilan tuan rumah, Yemima Mutiara Caren Sitanggang, resmi dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Utusan dari Kabupaten Deli Serdang ini berhasil mengungguli para finalis lainnya dalam malam puncak Grand Final POI 2026 di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).
Yemima menerima mahkota kebanggaan yang diserahkan langsung oleh Salsa Melania Aquina, Putri Otonomi Indonesia 2025 asal Kabupaten Ogan Ilir.
Sementara itu, posisi Runner Up I diraih Annabelle Maliangkay (Kabupaten Minahasa Utara), Runner Up II oleh Syifa Nada Ashila Sulhi (Kabupaten Jember), dan Runner Up III oleh Cinta Kasih Sayang Celena (Kota Tangerang Selatan).
Dalam sapaan emosionalnya pasca-penobatan, Yemima memberi apresiasi mendalam kepada keluarga, dewan juri, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Deli Serdang yang memberikan dukungan penuh.
Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menegaskan, kegiatan tersebut didesain secara rigid untuk melatih personalitas, karakter, komunikasi, hingga kemampuan mempromosikan potensi seni, budaya, dan investasi daerah ke level internasional.
“Kami ingin para alumni dan pemenang jadi garda terdepan sebagai duta promosi daerah. Kualitas kompetisi ini terus kami tingkatkan dari tahun ke tahun,” kata Sarman dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Sebanyak 20 finalis dari berbagai wilayah di Indonesia melewati masa karantina sejak 27 Juni 2026 di Deli Serdang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, POI 2026 mengukir terobosan baru melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan berupa program retret bela negara selama dua hari untuk pembekalan wawasan kebangsaan.
Selama karantina, finalis dibekali keahlian public speaking, kepemimpinan, personal branding, dan pemetaan potensi pariwisata regional oleh barisan juri profesional.
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menekankan pentingnya kapasitas intelektual dan ketajaman wawasan peserta dalam merespons tantangan zaman. Ia mengaitkan peran pemuda dengan visi strategis nasional.
“Kualitas SDM adalah fondasi kemajuan bangsa. Langkah ini beriringan dengan agenda besar membangun Indonesia dari pinggiran, selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa,” ucap Zarnubi.
“Generasi muda harus peka melihat isu daerah, mengeksplorasi sektor unggulan, dan menjadi pemantik agar potensi investasi serta pariwisata daerah terpromosikan dengan optimal,” tambahnya.(dan)


















