• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tak Naikkan Cukai Rokok, Pemerintah Dituding Kontra Produktif

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 Oktober 2025 - 13:13
in Ekonomi
rokok

Ilustrasi - Pedagang menunjukkan bungkus rokok bercukai di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak menaikkan cukai rokok pada 2026 tidak hanya menuai kritik dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan memperlemah keuangan negara serta memperburuk kemiskinan. Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai keputusan tersebut kontra produktif dan merugikan berbagai pihak.

Ketua FKBI, Tulus Abadi, menjelaskan bahwa dengan tidak adanya kenaikan cukai rokok, pemerintah pusat berpotensi kehilangan triliunan rupiah dari penerimaan cukai. Padahal, pos penerimaan ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu kontributor terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BacaJuga:

Dukung Restrukturisasi BUMN, DPR Tekankan Efektivitas dan Perlindungan Karyawan

Respons Tingginya Permintaan, Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

“Kalau tidak naik, penerimaan pusat pasti tergerus. Daerah juga rugi karena kehilangan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar 3 persen,” kata Tulus kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jumat (3/10/2025).

Tak hanya itu, dampak sosial-ekonomi di level rumah tangga juga menjadi sorotan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 70 persen rumah tangga miskin penerima bantuan sosial (bansos) mengalokasikan 10–11 persen pendapatannya untuk membeli rokok. Jika harga rokok tidak dikerek naik melalui cukai, maka pengeluaran rumah tangga miskin akan semakin tersedot ke konsumsi rokok.

“Itu berarti program penanggulangan kemiskinan akan semakin sulit berhasil, karena uang rakyat miskin lebih banyak habis untuk rokok daripada pangan bergizi,” tegas Tulus.

Kondisi ini, menurutnya, merupakan kontradiksi besar dalam kebijakan pemerintah. Di satu sisi, pemerintah gencar menyalurkan bantuan sosial untuk menekan angka kemiskinan. Namun di sisi lain, pemerintah justru membiarkan harga rokok tetap murah, sehingga konsumsi masyarakat miskin tidak terkendali.

Selain menurunkan penerimaan negara, kebijakan tidak menaikkan cukai juga berpotensi memperbesar beban biaya kesehatan masyarakat. Rokok menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit mematikan, mulai dari kanker hingga penyakit jantung.

“Beban APBN untuk subsidi kesehatan akan terus membengkak jika konsumsi rokok tidak dikendalikan. Jadi, tidak menaikkan cukai adalah kerugian berlapis: bagi rakyat, daerah, dan negara,” jelas eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

FKBI menegaskan, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada kepentingan industri, melainkan memandang cukai rokok sebagai instrumen multifungsi: pengendali konsumsi, pengurang kemiskinan, sekaligus sumber penerimaan negara.

“Kami mendesak pemerintah membatalkan kebijakan ini, menaikkan tarif cukai secara proporsional, dan mereformasi struktur cukai menjadi 3–5 layer agar lebih sederhana dan efektif. Jangan lupa, penegakan hukum atas rokok ilegal juga harus diperkuat,” tutupnya. (her)

Tags: cukaipajakrokok

Berita Terkait.

Berkaca pada Rusia, Ketum MUI Minta Pemerintah Tegas Tegakkan Hukum terhadap LGBT
Ekonomi

Dukung Restrukturisasi BUMN, DPR Tekankan Efektivitas dan Perlindungan Karyawan

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:15
Geely
Ekonomi

Respons Tingginya Permintaan, Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Purwakarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:42
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Ekonomi

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Senin, 29 Juni 2026 - 22:21
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01
Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia
Ekonomi

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Panas Bumi Kamojang Jadi Motor Ketahanan Energi dan Penggerak Ekonomi Hijau Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1695 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat
Olahraga

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Editor Dilianto
Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman enggan membahas masa depannya setelah De Oranje tersingkir di babak 32 besar Piala...

SelengkapnyaDetails
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
Pemain-Brasil

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.