• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Awas! Ilmuwan Warning Risiko Merkuri dari Aktivitas Manusia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 Oktober 2025 - 09:09
in Headline
laut

Ilustrasi laut lepas - Sedimen laut telah lama dianggap sebagai lokasi penyimpanan permanen merkuri. Foto : Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekelompok ilmuwan memperingatkan adanya ancaman serius terkait merkuri yang muncul akibat aktivitas manusia. Temuan ini dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Nature Sustainability, dengan tim riset yang dipimpin oleh Universitas Peking dan melibatkan ahli dari Amerika Serikat, Inggris, serta Belanda.

Merkuri dikenal sebagai polutan global yang sangat berbahaya karena dapat terakumulasi dalam rantai makanan dan berdampak negatif pada kesehatan manusia. Selama ini, sedimen dasar laut dianggap sebagai tempat penyimpanan merkuri secara permanen.

BacaJuga:

Pascaputusan MK, DKPP Belum Terima Aduan Terkait KPU Soal Syarat Pendidikan Gibran

DPR dan Pemerintah Tetapkan BPIH 2027 Rp98,46 Juta, Biaya Pelunasan Jemaah Haji Turun

Soal Bursa Panglima TNI, Maruli Tegaskan Seluruh Kepala Staf Berpeluang Sama

Namun, kawasan landas kontinen, yang merupakan penyimpanan merkuri terbesar di lautan, kini menghadapi ancaman pelepasan merkuri yang semakin meningkat.

Dengan memanfaatkan data beresolusi tinggi serta model proses terintegrasi, para peneliti berhasil menghitung kapasitas penampungan merkuri di landas kontinen secara lebih akurat, sekaligus mengidentifikasi gangguan signifikan akibat aktivitas penggunaan pukat dasar dan dampak perubahan iklim.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa landas kontinen menyimpan hampir 1.300 ton merkuri setiap tahun, jumlah yang enam kali lipat lebih besar dibandingkan estimasi sebelumnya dari Program Lingkungan Hidup PBB.

“Landas kontinen berfungsi seperti ‘ginjal’ laut yang menyaring merkuri beracun dari air, membantu mengurangi risiko terhadap perikanan pesisir dan kesehatan manusia,” ujar Wang Xuejun, salah satu penulis utama studi tersebut.

Namun, menurutnya, aktivitas seperti penggunaan pukat dasar dan pengerukan berfungsi layaknya ‘pisau bedah’ yang merusak fungsi penting tersebut.

Penelitian ini juga menunjukkan dampak langsung aktivitas manusia, di mana penggunaan pukat dasar dan pengerukan mengganggu sekitar 5.000 ton merkuri dari sedimen setiap tahun, jumlah yang empat kali lebih banyak daripada merkuri yang tersimpan.

Selain itu, perubahan iklim memperburuk kondisi ini dengan peningkatan suhu yang mempercepat pelepasan merkuri dari sedimen. Simulasi model menunjukkan bahwa kenaikan suhu global antara 1,5 hingga 5 derajat Celsius dapat meningkatkan pelepasan merkuri alami hingga 6–21 persen pada akhir abad ini.

Peningkatan suhu laut juga mempercepat penguraian bahan organik dalam sedimen, yang mendorong pelepasan merkuri lebih lanjut. Ditambah dengan frekuensi cuaca ekstrem yang meningkat, hal ini diperkirakan akan memperbesar pelepasan merkuri, menurut hasil studi.

“Ketika pukat dasar mengaduk dasar laut, mereka dapat melepaskan merkuri yang telah terakumulasi selama puluhan hingga ratusan tahun,” jelas Liu Maodian, salah satu penulis korespondensi lainnya dillansir Antara.

Setelah merkuri ‘warisan’ ini kembali ke lingkungan, zat beracun tersebut dapat masuk ke dalam rantai makanan dan menimbulkan risiko baru bagi ekosistem dan kesehatan manusia.

Liu menambahkan, “Menjaga penyimpanan merkuri di landas kontinen sangat penting dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB sebagai pelindung kesehatan dan ekosistem laut.”

Dia menegaskan bahwa upaya pengelolaan merkuri harus terintegrasi dengan kebijakan perikanan dan target netralitas karbon agar dapat mempertahankan fungsi penting landas kontinen sebagai benteng terakhir. (aro)

Tags: bahayaIlmuwanmerkuriracun

Berita Terkait.

gibrann
Headline

Pascaputusan MK, DKPP Belum Terima Aduan Terkait KPU Soal Syarat Pendidikan Gibran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:02
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Headline

DPR dan Pemerintah Tetapkan BPIH 2027 Rp98,46 Juta, Biaya Pelunasan Jemaah Haji Turun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:53
maruli
Headline

Soal Bursa Panglima TNI, Maruli Tegaskan Seluruh Kepala Staf Berpeluang Sama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:32
gibran
Headline

MK Sebut Dokumen Pendidikan Gibran Hanya Bukti Kehadiran, Bukan Ijazah Kelulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:36
gibran
Headline

Meski Tak DItemukan Ijazah Setara SMA, MK Tak Bisa Diskualifikasi Status Wapres Gibran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00
suhartoyo
Headline

Dinilai Tak Miliki Legal Standing, MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    958 shares
    Share 383 Tweet 240
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.