• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Minim Anggaran dan Pustakawan, DPR Dorong Perpustakaan Mandiri

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 26 September 2025 - 20:58
in Nasional
esti

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati. (dok DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, menyoroti rendahnya tingkat literasi nasional yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa. Ia mengingatkan, keterbatasan anggaran, minimnya pustakawan, serta terbatasnya koleksi buku menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.

“Kita berharap angka partisipasi kita dalam hal literasi tinggi, tapi dari satu sisi kita dibatasi oleh anggaran. Untuk tahun 2026, anggaran Perpustakaan Nasional itu jauh dari yang kita harapkan. Sehingga program-program peningkatan literasi nanti entah bagaimana bisa dijalankan,” ujar Sabam dalam kunjungan kerja Komisi X di Kabupaten Hunung Kidul, Yogyakaeta, dikutip dari laman DPR RI, Jumat (26/9/2025).

BacaJuga:

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79

KRI Dewa Ruci Jadi Laboratorium Terapung, Yayasan Sail Indonesia Jaya dan ITS Teken MoU Konservasi dan Pendidikan Maritim)

Diduga Peras Perangkat Daerah, Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK

Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR juga menemukan sejumlah kendala di lapangan, antara lain kebutuhan pustakawan serta keterbatasan koleksi buku, termasuk di sekolah-sekolah. Menurut Sabam, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD menempatkan Indonesia di peringkat 71 dari 81 negara dalam kemampuan literasi.

“Kalau bicara literasi Indonesia, kita tidak bisa hanya melihat dari Gunungkidul atau Yogyakarta saja, tetapi harus secara menyeluruh. Karena itu, pemenuhan SDM pustakawan dan ketersediaan buku perlu diperhatikan sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan fasilitas, Sabam menegaskan bahwa upaya mencerdaskan bangsa tidak boleh berhenti. Ia mendorong adanya gerakan literasi berbasis masyarakat, salah satunya dengan membangun perpustakaan mandiri di sekolah maupun daerah.

“Bagaimanapun bangsa ini harus kita cerdaskan melalui gerakan-gerakan perpustakaan mandiri. Mungkin di beberapa sekolah atau daerah bisa dihimpun buku-buku untuk dibuat semacam perpustakaan mandiri, sembari nanti kita menunggu perhatian pemerintah untuk menambah anggaran perpustakaan,” jelasnya.

Sabam menambahkan, aspirasi masyarakat terkait minimnya fasilitas perpustakaan akan menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti Komisi X bersama pemerintah. Ia menegaskan, peningkatan literasi adalah pondasi penting dalam pembangunan pendidikan nasional.

“Komisi X akan terus mendorong agar kebutuhan dasar perpustakaan, baik tenaga pustakawan maupun ketersediaan buku, mendapat perhatian lebih serius,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyoroti rendahnya kesejahteraan pustakawan non-PNS yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari negara. Menurutnya, kondisi pustakawan yang berperan penting sebagai garda depan literasi masyarakat justru masih jauh dari layak.

“Memang pustakawan yang belum menjadi PNS itu pun kesejahteraannya juga masih sangat rendah, sehingga memang harus diperhatikan oleh negara. Mungkin hampir sama dengan guru-guru honorer,” ujar Esti.

Esti menilai pemerintah masih kurang menempatkan perpustakaan sebagai kunci penting dalam membangun budaya literasi. Padahal, hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD menempatkan Indonesia di peringkat 71 dari 81 negara.

“Ini sebenarnya menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia perlu daya dukung yang tinggi,” tegasnya.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Gunungkidul yang berkolaborasi dengan pemerintah pusat melalui penyelenggaraan festival literasi. Namun, Esti menekankan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada satu momentum semata.

“Kalau bisa terus-menerus masuk ke dusun-dusun, masuk ke kampung-kampung supaya peningkatan literasi itu masuk di jaring-jaring masyarakat sampai di tingkatan bawah,” sebutnya.

Selain itu, MY Esti menyoroti drastisnya penurunan anggaran perpustakaan nasional yang dinilai dapat menghambat upaya penguatan literasi di daerah. Jika sebelumnya anggaran dapat mencapai Rp1 triliun, tahun 2026 anggaran tersebut dipangkas menjadi sekitar Rp300 miliar untuk seluruh Indonesia, bahkan tanpa dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

“Kalau dulu bisa sampai Rp1 triliun, Rp900 miliar saja kita sudah deg-degan. Kenapa hanya sedikit sekali? Sekarang dipotong hanya menjadi sekitar Rp300 miliar untuk seluruh Indonesia dan tidak ada DAK fisik. Ini pasti problem,” tegasnya.

Ia menjelaskan, anggaran perpustakaan sejatinya merupakan bagian dari pos pendidikan. Namun, adanya program lain yang dianggap lebih penting membuat alokasi anggaran untuk perpustakaan semakin tergerus.

“Mengapa tidak kemudian sedikit disisihkan untuk pos-pos penting? Kalau misalnya Rp300 triliun diambil Rp1 triliun, ini kan juga tidak seberapa sebenarnya. Tapi toh itu tidak bisa dilakukan walaupun kami sudah menyuarakan,” ujarnya.

Meski begitu, Esti menyatakan harapannya agar Presiden turut memberi perhatian terhadap kebutuhan anggaran perpustakaan. Ia mencontohkan keputusan Presiden yang menambah anggaran pendidikan sebesar Rp800 miliar dalam perubahan APBN.

“Kita berharap perpustakaan juga demikian. Pak Presiden mungkin bisa mendengar aspirasi ini, termasuk dari Gunungkidul yang luar biasa,” tandasnya. (dil)

Tags: anggaranDPR RIPerpustakaan Mandiripustakawan

Berita Terkait.

KRI Dewa Ruci Jadi Laboratorium Terapung, Yayasan Sail Indonesia Jaya dan ITS Teken MoU Konservasi dan Pendidikan Maritim)
Nasional

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02
KRI Dewa Ruci Jadi Laboratorium Terapung, Yayasan Sail Indonesia Jaya dan ITS Teken MoU Konservasi dan Pendidikan Maritim)
Nasional

KRI Dewa Ruci Jadi Laboratorium Terapung, Yayasan Sail Indonesia Jaya dan ITS Teken MoU Konservasi dan Pendidikan Maritim)

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:12
Diduga Peras Perangkat Daerah, Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK
Nasional

Diduga Peras Perangkat Daerah, Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:01
Jungwon Akhirnya Buka Suara Soal Jumlah Member ENHYPEN
Gaya Hidup

Jungwon Akhirnya Buka Suara Soal Jumlah Member ENHYPEN

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:18
Kasus Korupsi Batu Bara Naik Penyidikan, DPR Minta Polri Bertindak Tanpa Tebang Pilih
Nasional

MPLS 2026/2027, Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Terbaik bagi Anak

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:32
IFAD dan Kemendes Latih Ratusan Keluarga Papua Jadi Wirausaha lewat Program TEKAD
Nasional

IFAD dan Kemendes Latih Ratusan Keluarga Papua Jadi Wirausaha lewat Program TEKAD

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:12

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2371 shares
    Share 948 Tweet 593
Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko
Olahraga

Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 10 Juli 2026 - 12:40

INDOPOSCO.ID - Kemenangan Timnas Prancis 2-0 dari Timnas Maroko dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 harus dibayar mahal. Penyerang...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko

Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:46
Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 

Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:52
Messi

Argentina Comeback Dramatis, Messi: Tim Ini Tidak Pernah Menyerah!

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13
Hossam-Hassan

Kalah Kontroversial dari Argentina, Pelatih Mesir: Kami Telah Ditipu!

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:31
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.