• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sebelum Aksi 212, Monas Pernah Menjadi Saksi Rapat Raksasa Ikada

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 19 September 2025 - 15:00
in Nasional
ikada

Ratusan ribu massa menghadiri Rapat Akbar di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta), Jakarta, 19 September 1945. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ribuan massa memenuhi Lapangan Monas saat aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu imbas pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diangap melakukan penistaan agama. Ratusan ribu massa yang hadir mendesak agar Ahok bisa segera diadili.

Banyak yang menyebut peristiwa itu sebagai sejarah baru, karena baru kali itu Monas dipadati begitu banyak orang. Namun, sejarah mencatat, jauh sebelumnya, ada peristiwa yang jauh lebih dahsyat: Rapat Raksasa Ikada, 19 September 1945, hanya sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan.

BacaJuga:

Semakin Berkilau di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap ‘Go Global’

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Pengamat Ingatkan Pemerintah Tak Berhenti di Klarifikasi Soal Isu PHK TikTok-Tokopedia

Tokoh Pemoeda Kaoem Betawi 1927, Azis Khafia, menegaskan klaim massa terbesar di Monas saat aksi 212 tidak sepenuhnya tepat.

“Tahun 1945, lapangan yang kini kita kenal sebagai Monas, dulu bernama Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada), pernah menjadi lautan manusia. Sekitar 300 ribu rakyat dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cianjur, dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi lapangan itu,” ujar Azis, kepada INDOPOSCO, Jumat (19/9/2025).

Jika aksi 212 dapat mengandalkan media sosial, teknologi komunikasi, dan jaringan transportasi modern, maka Rapat Raksasa Ikada 1945 digelar di tengah keterbatasan. Saat itu, tidak ada WhatsApp, Facebook, atau pengeras suara canggih. Namun, ratusan ribu rakyat tetap datang dengan tertib meski berada di bawah ancaman senjata Jepang.

“Bayangkan, rakyat berdatangan dengan semangat luar biasa, hanya berbekal kabar dari mulut ke mulut dan jaringan pemuda. Semua hadir karena cinta tanah air,” jelas Azis.

Rapat raksasa itu digagas oleh Komite van Aksi yang beranggotakan para pemuda, antara lain Adam Malik, Sukarni, dan Wikana. Mereka ingin mendesak pemerintah Republik yang baru berdiri agar lebih tegas menghadapi Jepang, sekaligus memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kehendak rakyat, bukan hadiah penjajah.

Di tengah lautan manusia, Presiden Soekarno tampil berpidato singkat namun penuh makna. Ia menekankan agar rakyat percaya pada pemerintah Republik Indonesia yang baru saja dibentuk.

Pesan penting dari rapat raksasa itu antara lain mempertemukan pemerintah dengan rakyatnya, meneguhkan kewibawaan Republik di mata rakyat, menanamkan kepercayaan diri bahwa bangsa Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatannya sendiri, dan menegaskan dukungan rakyat terhadap pemerintah yang baru lahir.

Buktinya, setiap instruksi pimpinan dijalankan tanpa ragu oleh massa yang hadir.

Diketahui, Rapat Akbar di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) pada 19 September 1945 tidak terjadi begitu saja. Ada informasi bahwa Jepang, meski sudah kalah perang, belum sepenuhnya rela melepas Indonesia. Mereka disebut akan menyerahkan status quo kepada Sekutu, bukan kepada Republik. Kondisi ini menimbulkan keresahan, sehingga rakyat dan pemuda bersepakat untuk menunjukkan tekad mempertahankan kemerdekaan.

“Rapat Ikada adalah bukti bahwa kemerdekaan ini bukan sekadar deklarasi elite. Ia lahir dari dukungan rakyat, dari keberanian untuk menatap dunia luar bahwa Indonesia benar-benar sudah merdeka,” tutur Azis.

Lebih dari sekadar catatan sejarah, Rapat Raksasa Ikada meninggalkan pesan penting bagi bangsa Indonesia hari ini. Persatuan, ketaatan pada instruksi pemimpin, serta keyakinan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri adalah warisan yang patut terus dihidupkan.

“Sejarah itu harus kita hidupkan kembali. Di tengah rongrongan dari dalam maupun luar negeri, semangat Rapat Ikada 1945 harus jadi pengingat bahwa kekuatan rakyat bersatu bisa menjaga Republik ini,” tambahnya. (her)

Tags: Azis KhafiaLapangan IkadaPemoeda Kaoem Betawi 1927Rapat Akbar IkadaRapat Raksasa Ikada

Berita Terkait.

Semakin Berkilau di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap ‘Go Global’
Nasional

Semakin Berkilau di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional dan Siap ‘Go Global’

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:54
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
Nasional

Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:44
Pengamat Ingatkan Pemerintah Tak Berhenti di Klarifikasi Soal Isu PHK TikTok-Tokopedia
Nasional

Pengamat Ingatkan Pemerintah Tak Berhenti di Klarifikasi Soal Isu PHK TikTok-Tokopedia

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:19
FGD-Sumut
Nasional

Marak PMI Korban Online Scammer Kamboja, Peneliti UMJ Bedah Komunikasi Politik Pemerintah

Senin, 6 Juli 2026 - 21:47
Karhutla
Nasional

Karhutla Mengancam, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau

Senin, 6 Juli 2026 - 21:27
Tito
Nasional

Dukung Program Perumahan, Kemendagri Koordinasikan Usulan Sasaran BSPS dari Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 21:17

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2273 shares
    Share 909 Tweet 568
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih
Olahraga

Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Merana: Saya Sedih

Editor Laurens Dami
Selasa, 7 Juli 2026 - 09:34

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Hasil Piala Dunia: Bungkam AS, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:29
Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Hasil Piala Dunia: Sengit, Spanyol Singkirkan Portugal Lewat Drama Injury Time

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:04
Ronaldo

Jelang Hadapi Spanyol, Ronaldo Fokus Nikmati Piala Dunia Terakhirnya

Senin, 6 Juli 2026 - 19:15
Piala Dunia 2026: Ronaldo Pede Rekor Bagusnya Bisa Redam Spanyol

Piala Dunia 2026: Ronaldo Pede Rekor Bagusnya Bisa Redam Spanyol

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.