• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat Ingatkan Pemerintah Tak Berhenti di Klarifikasi Soal Isu PHK TikTok-Tokopedia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 7 Juli 2026 - 09:19
in Nasional
Pengamat politik Hendri Satrio mengapresiasi langkah cepat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menaker Yassierli yang sigap merespons isu dugaan PHK di TikTok-Tokopedia sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga kepastian bagi pekerja. Foto: Dokumen Pribadi

Pengamat politik Hendri Satrio mengapresiasi langkah cepat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menaker Yassierli yang sigap merespons isu dugaan PHK di TikTok-Tokopedia sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga kepastian bagi pekerja. Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mencuatnya kabar dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan TikTok-Tokopedia langsung mendapat perhatian dari DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan. Respons cepat yang ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pun menuai apresiasi dari pengamat politik Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai langkah cepat memanggil pihak terkait merupakan bentuk kehadiran negara dalam merespons isu yang menyangkut nasib para pekerja. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa dibiarkan berkembang tanpa kejelasan karena berpotensi memicu keresahan publik.

BacaJuga:

Usai dari Kalbar, Mendagri Tito Bersama Presiden Bertolak ke Kalteng Bahas Penguatan Penanganan Karhutla

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Rektor Unsoed Tersangka Korupsi, JPPI: Legitimasi Moral Kampus Runtuh

“Langkah Pak Dasco dan Menaker Yassierli ini bagus dan cepat dalam merespons ini. Mereka langsung memanggil pihak terkait, meminta penjelasan, dan tidak membiarkan isu PHK ini membesar liar begitu saja,” ujar Hensa melalui gawai, Selasa (7/7/2026).

Menurut Hensa, pertemuan yang melibatkan DPR, Kementerian Ketenagakerjaan, dan manajemen TikTok-Tokopedia memperlihatkan bahwa isu ketenagakerjaan telah diposisikan sebagai persoalan yang memiliki dampak luas, bukan sekadar urusan internal perusahaan.

Ia menekankan bahwa setiap isu PHK selalu berkaitan dengan rasa aman pekerja sekaligus memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menjalankan fungsi perlindungan.

“PHK itu bukan cuma urusan perusahaan dengan karyawan. Begitu isu ini ramai, apalagi menyangkut perusahaan besar, publik pasti bertanya negara ada di mana. Jadi langkah cepat seperti ini memang perlu,” kata Hensa.

Meski mengapresiasi respons awal pemerintah dan DPR, Hensa mengingatkan bahwa proses pengawasan tidak boleh berhenti setelah perusahaan memberikan klarifikasi. Menurutnya, pernyataan bahwa tidak terjadi PHK tetap perlu diverifikasi agar kondisi di lapangan benar-benar sesuai dengan yang disampaikan.

“Kalau perusahaan bilang tidak ada PHK, ya bagus. Tapi jangan berhenti di situ. Pemerintah dan DPR tetap harus memastikan faktanya seperti apa. Jangan sampai istilahnya diganti menjadi penataan tenaga kerja, tapi pekerjanya tetap merasa dirugikan,” ungkapnya.

Ia juga menilai negara harus menunjukkan peran aktif dalam memastikan perlindungan terhadap tenaga kerja. Jangan sampai, kata Hensa, forum klarifikasi hanya menjadi ruang bagi perusahaan menyampaikan penjelasan tanpa diikuti langkah nyata untuk menjamin hak-hak pekerja.

“Perusahaan boleh transformasi, tapi pekerja jangan dibuat ikut-ikutan tidak pasti. Nah, di situlah fungsi negara. Menenangkan publik boleh, tapi melindungi pekerja tetap harus nomor satu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hensa melihat langkah cepat Dasco dan Yassierli dapat dibaca sebagai sinyal bahwa persoalan ketenagakerjaan kini menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR, terlebih di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat mengenai ancaman PHK.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa apresiasi terhadap respons awal tersebut tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari proses pengawasan.

“Jadi saya memuji respons cepatnya, bukan berarti semua sudah selesai. Justru setelah ini harus dikawal. Kalau tidak dikawal, nanti publik melihatnya hanya sebagai panggung klarifikasi,” tutur penulis buku Riah Riuh Komunikasi itu.

Pada akhirnya, Hensa menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan penataan tenaga kerja. Baginya, pekerja membutuhkan kepastian yang jelas mengenai status dan masa depan pekerjaan mereka.

“Yang dibutuhkan pekerja itu kepastian. Kalau memang tidak ada PHK, jelaskan dengan terang. Kalau ada penataan, jelaskan juga dampaknya ke pekerja. Jangan sampai bahasa perusahaan terdengar rapi, tapi di bawah pekerja tetap bingung,” tambahnya. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaKementerian KetenagakerjaanphkTikTok Tokopedia

Berita Terkait.

kalteng
Nasional

Usai dari Kalbar, Mendagri Tito Bersama Presiden Bertolak ke Kalteng Bahas Penguatan Penanganan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:02
wo
Nasional

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25
kpk
Nasional

Rektor Unsoed Tersangka Korupsi, JPPI: Legitimasi Moral Kampus Runtuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:12
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:35
bpbd
Nasional

Prabowo Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07
Mendiktisaintek Dalami Kasus Rektor Unsoed, Serahkan Proses Hukum Sepenuhnya ke KPK
Nasional

Mendiktisaintek Dalami Kasus Rektor Unsoed, Serahkan Proses Hukum Sepenuhnya ke KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:00

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.