• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengelolaan Stok dan Harga Pangan Kian Krusial di Penghujung Tahun

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 19 September 2025 - 16:17
in Ekonomi
beras-bulog

Ilustrasi - Stok beras di gudang Badan Urusan Logstik (Bulog). Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pentingnya pengelolaan cadangan pangan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras menjelang akhir 2025 hingga awal 2026. Foto: Dokumen Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Stabilitas pangan kembali menjadi isu strategis jelang pergantian tahun. Meski catatan produksi beras nasional sepanjang Januari–September 2025 menunjukkan tren surplus, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi periode rawan pasokan di akhir tahun.

“Kita semua perlu melihat pentingnya pengelolaan stok pangan dan memperhatikan tren produksi, karena pada periode November, Desember 2025, dan Januari 2026, produksi padi bulanan secara historis berada di bawah tingkat konsumsi bulanan,” ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, Jumat (19/9/2025).

BacaJuga:

Apindo Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Ingatkan Pentingnya Kepastian Kebijakan Moneter

Ketahanan Keuangan Keluarga Dongkrak Kualitas Tumbuh Kembang Anak

Metode Backfill Tailing Dinilai Jadi Solusi Tambang Bawah Tanah yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari–September 2025 mencapai 28,22 juta ton. Angka ini naik 12,70 persen atau 3,18 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan konsumsi sebesar 23,21 juta ton, neraca beras pada periode tersebut masih surplus 5,01 juta ton.

Arief menilai capaian itu merupakan kabar baik, tetapi tetap perlu diimbangi dengan langkah antisipatif.

“Ini tentu capaian positif yang harus kita syukuri. Namun kita juga tidak boleh lengah, sebab memasuki November 2025 hingga Januari 2026, produksi padi biasanya mengalami penurunan. Sementara rata-rata konsumsi bulanan mencapai 2,5 juta ton. Di titik inilah kita harus hati-hati menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar,” jelasnya.

Ia menegaskan, cadangan pangan pemerintah berperan vital dalam menjaga keseimbangan pasar.

“Cadangan pangan pemerintah itu ibarat rem dan gas, harus kita kelola dengan benar agar masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Sementara petani juga terlindungi harga gabahnya,” ucap Arief.

Selain stok, pengendalian harga juga menjadi fokus perhatian. Panel Harga Pangan Bapanas mencatat harga beras medium mulai turun mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama di wilayah Zona 1. Per 18 September 2025, harga beras medium di Zona 1 berada di Rp13.434 per kilogram, sudah di bawah HET. Zona 2 tercatat Rp14.049 per kg atau 0,35 persen di atas HET, sementara Zona 3 masih di Rp15.976 per kg atau 3,07 persen lebih tinggi dari HET.

“Ini waktunya kita semua, baik pemerintah pusat, daerah, Bulog, hingga pelaku usaha, meningkatkan koordinasi. Kunci utamanya adalah memantau data dengan cermat, memastikan distribusi berjalan lancar, dan bila diperlukan melakukan langkah intervensi, baik lewat operasi pasar maupun penyerapan hasil petani. Dengan begitu, kita bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” ungkapnya.

Dari sisi inflasi, pemerintah juga terus melakukan pengendalian. Awal tahun, inflasi pangan tahunan tercatat 3,07 persen pada Januari 2025, lalu berhasil ditekan menjadi 0,57 persen pada periode Februari–Juni yang bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri. Namun, Juli dan Agustus kembali menunjukkan tren kenaikan masing-masing 3,82 persen dan 4,47 persen.

“Hal ini menjadi alarm bagi pemerintah agar program-program intervensi pangan dapat terus semakin digencarkan,” tambah Arief.

Dengan kondisi ini, Bapanas menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar masyarakat tetap mendapat beras dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan kesejahteraan petani. Sebab pada akhirnya, menjaga ketahanan pangan bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang memastikan keseimbangan yang adil antara produsen dan konsumen. (her)

Tags: BapanasHarga PanganProduksi Beras NasionalStok Pangan

Berita Terkait.

apindo
Ekonomi

Apindo Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Ingatkan Pentingnya Kepastian Kebijakan Moneter

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:12
pnm
Ekonomi

Ketahanan Keuangan Keluarga Dongkrak Kualitas Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:02
e2s
Ekonomi

Metode Backfill Tailing Dinilai Jadi Solusi Tambang Bawah Tanah yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:48
ferry
Ekonomi

Menkop: Koperasi Jadi Aktor Utama Transformasi Ekonomi Konstitusi

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:38
bop
Ekonomi

Eksplorasi Jadi Kunci, ReforMiner Ingatkan Produksi Minyak Bisa Terkunci di Level 580 Ribu BOPD

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:28
DPR: Jangan Tutupi Kasus Dugaan Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Jaringan Narkotika
Ekonomi

PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa, Rantai Pasok Jadi Kunci Sukses Co-firing PLTU

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1430 shares
    Share 572 Tweet 358
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3000 shares
    Share 1200 Tweet 750
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.