• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komut PLN EPI Optimistis Tahun Ini Target 3 Juta Ton Pengadaan Biomassa Bisa Tercapai

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 31 Agustus 2025 - 16:14
in Ekonomi
WhatsApp Image 2025-08-31 at 15.03.22

Komisaris Utama Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Nikson Silalahi, dalam acara Nusantara Energi Forum 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025). Foto: PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisaris Utama (Komut) Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI Energi Primer Indonesia (EPI) Nikson Silalahi optimistis target 3 juta ton biomassa tahun ini untuk cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN bisa tercapai. Hal ini disampaikan dalam acara Nusantara Energi Forum 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

“Sampai bulan Juli 2025, PLN Energi Primer Indonesia sudah memasok hampir 1,2 juta ton dan kami bekerja keras supaya sampai Desember 2025 nanti apa yang menjadi target 3 juta ton bisa tercapai,” kata Nikson, dalam keterangannya, belum lama ini.

BacaJuga:

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Menurutnya, untuk mengelola rantai pasok biomassa hingga sampai ke PLTU, PLN EPI telah membangun ekosistem rantai pasok biomassa yang terintegrasi dari hulu ke hilir melalui empat hal.

Pertama, mencakup penanaman tanaman energi di lahan kering dan marginal melalui pendekatan berbasis masyarakat (koperasi, BUMDes/Badan Usaha Milik Desa, Gapoktan/Gabungan Kelompok Tani). Kedua, pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai bahan baku biomassa. Ketiga, pengembangan infrastruktur logistik atau supply chain yang terdiri dari Sub Hub, Hub, dan Main Hub untuk pengumpulan, pengolahan, dan distribusi biomassa ke PLTU.

“Serta keempat melibatkan koperasi sebagai penghubung antara petani dan fasilitas pengolahan serta untuk memperkuat ketahanan pasokan,” ungkap Nikson.

Pada kesempatan itu juga, ia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan biomassa sebesar 10,2 juta ton per tahun hingga 2025, PLN EPI telah melakukan sejumlah langkah-langkah seperti mengimplementasikan program Green Economy Village (GEV) di berbagai daerah, seperti Gunung Kidul, Cilacap, dan Tasikmalaya, dengan total penanaman lebih dari 953 ribu bibit tanaman energi di lahan seluas lebih dari 760 hektare.

Selain itu PLN EPI juga mengembangkan sistem pertanian terpadu (integrated farming system) yang menggabungkan tanaman energi, pangan, dan peternakan. Program ini telah melibatkan lebih dari 1.000 petani dan puluhan kelompok tani dalam penanaman dan pemanfaatan biomassa, serta menargetkan 52 PLTU untuk implementasi cofiring, dengan realisasi di 48 lokasi hingga kuartal kedua 2025.

Nikson juga menjelaskan PLN EPI terus mengembangkan teknologi cofiring, yaitu dengan melakukan pencampuran biomassa dengan batu bara di PLTU sebagai solusi transisi energi yang cepat dan efisien.

Program ini memberikan hasil yang positif berupa pengurangan emisi CO₂ sebesar 3,3 juta ton per tahun pada tahun 2025, peningkatan efisiensi energi dengan nilai kalori biomassa yang terus meningkat (hingga 3.138 kCal/kg).

Hal positif lainnya adalah diversifikasi jenis biomassa dari 3 jenis pada 2020 menjadi 14 jenis pada 2025 termasuk Kaliandra, Gamal, Indigofera, sekam padi, dan bonggol jagung. Dari sisi ekonomi, harga biomassa disesuaikan secara kompetitif, mulai dari 85 persen hingga 120 persen dari harga batubara, tergantung pada skema CIF (Cost, Insurance, and Freight) atau FOB (Free On Board) serta biaya transportasi.

Di akhir paparan, Nikson mengajak seluruh pihak untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi. Ia juga mendorong pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas untuk bersama-sama terlibat dalam penyediaan biomassa nasional.(srv)

Tags: biomassaCofiring PLTUNikson Silalahipln epi

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Ekonomi

Lewat InaExport, UMKM Indonesia Didorong Makin Agresif Menembus Pasar Ekspor

Selasa, 22 September 2026 - 23:37
Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen
Ekonomi

Gunakan Gas Bumi PGN, RSUP Dr. Sardjito Hemat Biaya Energi hingga 75 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 22:07
Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce
Ekonomi

Dukung UMKM, DAR Center Gelar Pelatihan Optimalisasi E-Commerce

Selasa, 22 September 2026 - 17:20
Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah
Ekonomi

Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Hadirkan Strategi Diversifikasi Melalui Investasi Syariah

Selasa, 22 September 2026 - 16:30
71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial
Ekonomi

71 Penghargaan ENSIA 2026, PLN NP Dorong Inovasi Jadi Solusi Lingkungan dan Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 15:25
NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit
Ekonomi

NHM Perkuat Persiapan Audit Lingkungan melalui Tahapan Pra-Audit

Selasa, 22 September 2026 - 15:14

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.