• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Suara Prabowo Dinilai Tak Lagi Tenangkan Rakyat, Pengamat: Pertanda Bahaya Besar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:51
in Nasional
wo

Presiden RI Prabowo Subianto saat meminta maaf kepada rakyat atas kejadian yang menewaskan seorang driver ojol. Foto: Setneg.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Suara Presiden Prabowo Subianto dinilai tak lagi mampu menenangkan rakyat.

Penilaian ini disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, yang menegaskan bahwa situasi tersebut menjadi alarm berbahaya bagi stabilitas bangsa.

BacaJuga:

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

KTP Hilang Bakal Didenda, DPR Dorong Revolusi Identitas Digital

“Ini bukti suara presiden tidak berlaku bagi rakyat, dan ini pertanda bahaya besar. Ya, artinya tinggal Presiden turun langsung yang bisa menenangkan masyarakat,” kata Agus kepada INDOPOSCO.ID pada Sabtu (30/8/2025).

Agus menilai, hilangnya daya redam seorang kepala negara berpotensi memicu krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Masalah ini, menurutnya, bukan sekadar kelemahan komunikasi politik, tetapi menyentuh persoalan legitimasi kepemimpinan.

“Rakyat butuh diyakinkan langsung, bukan sekadar lewat pernyataan atau imbauan yang terasa jauh dari kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Kritik terhadap efektivitas komunikasi Presiden Prabowo kian menguat, terutama di tengah memanasnya demonstrasi dan meningkatnya tensi sosial-politik.

Agus mengingatkan, tanpa langkah konkret, krisis kepercayaan bisa makin melebar dan mengganggu jalannya pemerintahan.

Terpisah, Koordinator LIMA Indonesia Ray Rangkuti menilai kegelisahan publik juga dipicu oleh kebijakan DPR terkait tunjangan rumah bagi anggota DPR.

“Tuntutan rakyat sederhana yakni pembatalan tunjangan yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi sosial-ekonomi saat ini,” kata Ray.

Ray juga menyoroti pola penanganan aksi unjuk rasa yang dinilai terlalu keras, hingga menelan korban jiwa.

“Akibatnya, malah menambah kegeraman masyarakat, khususnya warga Ojol. Nama institusi kepolisian pun makin tercoreng,” tegas Ray.

Ia memperingatkan, absennya oposisi formal maupun non-formal di Indonesia berpotensi melahirkan oposisi rakyat independen.

Menurutnya, oposisi sangat dibutuhkan sebagai kanal protes agar aspirasi publik tidak selalu bermuara ke jalanan.

Ray juga menilai, politik “rap tama” (semua senang) ala Prabowo hanya menjangkau kalangan elit, namun gagal menyentuh rakyat.

Ia menyinggung praktik politik berupa penambahan tunjangan, pemberian bintang kehormatan, pembengkakan jumlah kementerian, hingga bagi-bagi jabatan yang dinilai justru memperlebar jurang antara elit dan masyarakat.

“Sekarang waktunya melayani masyarakat, bukan elit,” pungkasnya. (fer)

Tags: PengamatPraboworakyat

Berita Terkait.

indra
Nasional

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Rabu, 22 April 2026 - 23:23
dasco
Nasional

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

Rabu, 22 April 2026 - 23:13
e-KTP
Nasional

KTP Hilang Bakal Didenda, DPR Dorong Revolusi Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 22:42
aher
Nasional

Soroti Digitalisasi ASN 2026, Komisi II Ingatkan Evaluasi Pegawai dan Layanan Publik Lebih Transparan

Rabu, 22 April 2026 - 22:12
menag
Nasional

Jawab Berbagai Tantangan di Dunia Pendidikan, Kemenag Luncurkan Belajar Mandiri KBC

Rabu, 22 April 2026 - 21:21
maxim
Nasional

Meski Hujan, Tarif Tetap Bersahabat: Maxim Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen

Rabu, 22 April 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1282 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.