• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta, Akademisi: Makin Mati Rasa Malunya

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:00
in Nasional
WhatsApp Image 2025-08-23 at 19.59.46

Dhika Alam Noor / Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengkritik keras soal uang tunjangan rumah sebesar Rp50 juta bagi anggota DPR.

Kondisi tersebut semakin menunjukkan, bahwa anggota dewan telah kehilangan rasa malu.

BacaJuga:

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

“Semakin nyata, DPR RI semakin mati rasa malunya. Target legislasi yang tidak pernah tercapai, tapi urusan pendapatan terus naik,” kata Bakir kepada INDPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

DPR dinilainya tidak peka terhadap kesulitan yang dialami masyarakat. Pemberian tunjangan rumah tersebut bahkan tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat.

“Itu akal bulus DPR yang mati logika kerakyatannya. Apapun alasannya, sejatinya mereka (harusnya) prihatin atas kondisi ekonomi yang tidak baik- baik saja,” ujar Bakir.

Menurutnya, tipu muslihat selalu berorientasi pada keuntungan pribadinya. Sehingga kritik yang berdatangan tidak digubris. Sementara urusan rakyat, meresa sudah membayar melalui praktik politik uang yang disebar menjelang pemilu.

Pemberian uang tunjangan rumah dinas itu tidak sejalan dengan kinerja anggota dewan, yang belum optimal menyuarakan aspirasi masyarakat. Termasuk gagal menjalankan fungsi kontrol melalui pengawasan undang-undang.

“Dari tiga fungsi DPR yang berhasil hanya satu, budgeting itu pun lebih pada kepentingan diri dan partainya, sementara dua fungsi lainnya, controling dan legislasi, gagal mencapai target,” kritik Bakir.

“Seharusnya ada punishmen atas kegagalan tersebut, salah satunya, mereka tak diberikan tunjangan rumah dinas,” tambahnya.

Ketua DPR Puan Maharani menyebut, pemberian uang tunjangan rumah bagi anggota dewan telah dilakukan melalui pertimbangan secara matang. Nominalnya telah sesuai dengan harga sewa rumah di Jakarta.

“Itu sudah dikaji dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kondisi ataupun harga yang ada di Jakarta karena kan kantornya ada di Jakarta,” ucap Puan terpisah di Gedung DPR RI, Kamis (21/8/2025).

Kendati demikian, DPR diklaimnya tetap memperhatikan aspirasi masyarakat. “Namun, apa pun itu, kami pimpinan DPR akan memperhatikan aspirasi dan apa yang disampaikan oleh masyarakat. Tolong selalu awasi kinerja dari kami di DPR,” imbuh Puan.(dan)

Tags: akademisiDPRmati rasaTunjungan Rumah

Berita Terkait.

rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5247 shares
    Share 2099 Tweet 1312
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1526 shares
    Share 610 Tweet 382
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1540 shares
    Share 616 Tweet 385
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.