• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Fenomena Bendera Bajak Laut, Akademisi: Ruang Kritik Masyarakat Kian Sempit

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 3 Agustus 2025 - 09:49
in Headline
Ilustrasi bendera bajak laut one piece yang berkibar di bawah bendera Merah Putih. Foto: Istimewa

Ilustrasi bendera bajak laut one piece yang berkibar di bawah bendera Merah Putih. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyandingan bendera Merah Putih dengan bendera One Piece (bajak laut) bukanlah bentuk pelecehan simbol negara, melainkan ekspresi sosial yang sarat makna.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ade Marup Wirasenjaya dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).

BacaJuga:

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

Fenomena ini, menurutnya, seharusnya menjadi cermin bagi para penyelenggara negara. Di balik bendera bajak laut, tersimpan rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap tanah air.

Maka, lanjutnya, respons pemerintah sebaiknya tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga reflektif.

“Masyarakat masih bangga dengan negeri ini. Jangan abaikan suara-suara kritis yang disampaikan lewat budaya,” ujar Ade.

Ia mengatakan, selama bendera bajak laut tidak dikibarkan lebih tinggi dari Merah Putih, maka ia tidak mengancam kedaulatan.

“Ini bukan ancaman, tapi teguran. Bendera bajak laut itu menjadi simbol ketimpangan dan dominasi kekuasaan yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Ade mengungkapkan, pemasangan bendera bajak laut merupakan bentuk kritik terbuka masyarakat. Ini dilakukan karena mereka kehabisan ruang untuk menyuarakan kritik.

“Jadi momen peringatan kemerdekaan dijadikan panggung simbolik untuk menyampaikan keresahan,” ucapnya.

“Dalam konteks ini, istilah ‘bajak laut’ menjadi metafora tajam, kemerdekaan yang dulu diperjuangkan jangan sampai ‘dibajak’ oleh segelintir elit,” tambahnya.

Ade menyatakan, kritik yang tersirat dalam pengibaran bendera One Piece bukan untuk menolak nasionalisme, melainkan untuk mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan harus hidup dalam kebijakan dan perilaku para pemimpin.

“Nasionalisme bukan hanya soal seremoni 17 Agustus, tetapi tentang keberpihakan pada rakyat dan keadilan sosial,” terangnya.

Ade menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus pada simbol, tetapi juga menangkap pesan substantif di baliknya. Regulasi tentang penggunaan simbol negara memang sudah ada, namun pendekatan yang lebih edukatif dan reflektif perlu dikedepankan.

“Sosialisasi aturan harus masif dilakukan dan juga membuka ruang untuk ekspresi budaya pop yang memuat kritik sosial,” tutupnya. (nas)

Tags: Ade Marup WirasenjayaBendera Bajak LautBendera Merah PutihBendera One PieceUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta

Berita Terkait.

Prajurit
Headline

Six UNIFIL Peacekeepers Killed in Lebanon, Indonesian Troops Suffer Highest Casualties

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Pasukan
Headline

Total 6 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon, Prajurit TNI Jadi Korban Terbanyak

Sabtu, 25 April 2026 - 19:08
Prajurit
Headline

Indonesian Soldier Killed, House Urges UN to Review Protection of UNIFIL Troops

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Prajurit
Headline

Prajurit TNI Jadi Korban, DPR RI Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Sabtu, 25 April 2026 - 18:07
Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan
Headline

Lagi, Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan

Sabtu, 25 April 2026 - 09:26
bahlil
Headline

Respons Bahlil terkait Usulan KPK: di Golkar Tiap Munas Ada Ketua Umum Baru

Sabtu, 25 April 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1353 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.