• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom Soroti Minimnya Mekanisme Pembagian Manfaat Freeport untuk Papua

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 31 Juli 2025 - 19:29
in Ekonomi
Pertambangan

Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembagian manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam sering kali menjadi isu strategis yang menimbulkan perdebatan publik.

Hal ini semakin relevan ketika menyangkut perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia (PTFI), yang beroperasi di wilayah dengan tingkat ketimpangan sosial yang masih tinggi.

BacaJuga:

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan adanya transparansi dan tata kelola yang efektif, sehingga masyarakat lokal, khususnya di Papua, memperoleh bagian yang adil dari dividen maupun pajak yang disetor ke negara.

Ekonom Josua Pardede menilai, hingga kini belum ada mekanisme khusus yang menjamin distribusi pendapatan dari royalti atau dividen negara dapat langsung dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Mekanisme saat ini umumnya bergantung pada kebijakan anggaran nasional maupun daerah, yang seringkali tidak cukup jelas dalam penyalurannya kepada masyarakat yang terdampak secara langsung,” kata Pardede kepada INDOPOSCO melalui gawai, Kamis (31/7/2025).

Meski demikian, dalam laporan-laporan keberlanjutan dan tata kelolanya, Freeport telah mengungkapkan komitmennya terhadap Prinsip-Prinsip Sukarela tentang Keamanan dan Hak Asasi Manusia (Voluntary Principles on Security and Human Rights), serta menerapkan kebijakan dan prosedur yang relevan dalam menilai risiko sosial dan mengintegrasikan temuan-temuan tersebut ke dalam pengambilan keputusan operasionalnya.

Selain itu, perusahaan menyatakan bahwa mereka mengelola risiko keamanan dan sosial yang terkait dengan pertambangan ilegal serta menegaskan pentingnya kolaborasi multi-pihak untuk menciptakan solusi ekonomi yang inklusif.

“Untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil dan merata, diperlukan peningkatan keterlibatan dan partisipasi langsung dari masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat, dalam perumusan dan implementasi kebijakan distribusi dana dari kegiatan pertambangan,” jelasnya.

“Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan dana abadi (trust fund) atau dana khusus daerah yang dikelola secara transparan dengan mekanisme partisipatif, sehingga manfaat dividen maupun royalti secara langsung dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat,” sambungnya.

Dengan demikian, untuk mengatasi isu ketimpangan sosial, langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain peningkatan transparansi alokasi dana hasil tambang, penguatan partisipasi dan peran serta masyarakat lokal dalam perencanaan pembangunan, serta memastikan adanya tata kelola perusahaan yang semakin transparan dan inklusif.

“Langkah ini tidak hanya akan mendukung kepercayaan publik, tetapi juga memastikan bahwa operasi pertambangan PTFI dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal di Papua,” tambahnya. (her)

Tags: ekonomJosua PardedePapuaPT Freeport IndonesiaPTFI

Berita Terkait.

pc
Ekonomi

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:53
kur
Ekonomi

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:43
phkt
Ekonomi

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:13
rosan
Ekonomi

Danantara Raih USD1,5 Miliar dari Pasar Internasional, Akademisi Sebut Indonesia Makin Dilirik Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:35
umkm
Ekonomi

Dari Warung ke Naik Kelas, Festival UMKM Siapkan Jurus Legalitas hingga KUR

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:12
icar
Ekonomi

Lebih Dekat dengan Konsumen, iCAR V23 Sambangi Lima Kota Lewat Roadshow Pop-Up Booth

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7123 shares
    Share 2849 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1105 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.